Everlasting Love


Everlasting love

16 May 2017

Edinburgh – Scotland 
Mencintai disaat kita masih sehat, muda, kuat itu mudah. 
Namun disaat kita nanti sudah menua, ketika yg satu sakit, pipis atau poop di celana, pelupa, lelet ngerjain sesuatu apakah sayang kita masih akan sama? Masihkah kita bisa saling menertawai kelucuan kebodohan masing2 daripada saling menyalahkan? 
Our parents give us very good example of love. Hari ini kami tersadar. Suatu saat kami akan seperti mereka. Menjadi renta, lemah, keriput, tua. Namun mereka memberikan contoh bahwa disaat menua pun pelukan menjadi semakin hangat, genggaman tangan pun menjadi semakin erat. Semoga kami bisa saling menjaga hati kami masing2. Bisa saling menguatkan. Saling menertawakan. 
Menggendut bersama, mengurus bersama, menua bersama dan tetap saling menggenggam erat tangan melangkah ke depan hingga Yang Kuasa memanggil kami. 
Amin Ya Rabbal Alamin.. ❤️❤️❤️

Advertisements

Kenangan Jungkir Balik 2016

Selamat Tahun Baru 2017…🎉🎉🎉


Tak pernah terbayang akan semua yang terjadi di 2016. Let’s make highlights 2016. 

Pindah Ke Edinburgh 


Ini salah satu tahap besar dalam hidup saya dan suami. Setelah struggled dengan beratnya 2015, kabar baik kami terima di 2016. Dengan proses yang sangat cepat, Carlo keterima kerja di salah satu bank terbesar di Skotlandia dan kami harus pindah ke Edinburgh sesegera mungkin. Memulai hidup baru disini. Luar biasa. Alhamdulillah. 

Nonton Konser Adele di Verona 


Salah satu momen terbaik di 2016. Melihat dan mendengar Adele nyanyi depan mata. Itu sangat susah dijelaskan. Bahagianya banget nget nget. 

Short Trip ke Berlin


Sejak bergabung dengan komunitas Upload Kompakan cabang Eropa dan tergabung dalam  #mbakyurop, lingkup pertemanan semakin meluas. Kenal dengan teman baru dari seluruh belahan Eropa. Luar biasa rasanya. Suatu hari beberapa dari kami memutuskan untuk kopdaran di Berlin. Ada mbak Dian (Salzburg, Austria), mbak Deny (Den Haag, Belanda), mbak Beth, mbak Mindy dan Mia (Jerman). Pertemuan yang sangat mengesankan. Semoga kami diberi kesempatan untuk bertemu kembali. 

Pekerjaan baru

Sekitaran bulan Oktober ada seorang sahabat menghubungi untuk menawarkan dan meminta tolong untuk membantu dia menyelesaikan proyek terjemahan serial tv. Satu episode untuk belajar, lanjut ke episode berikutnya dan jadi keterusan. Pekerjaan yang melelahkan tapi membuat bahagia. Ada passion yang terikut waktu aku mengerjakan ini. Perasaan bahwa “nah ini nih aku suka”. Challenging dan exciting mungkin dua kata yang tepat untuk pekerjaan ini. 

Tak hanya itu, tepat tanggal 25 November 2016, di hari ulang tahun ke 31, aku menandatangani surat kontrak kerja paruh waktu di salah satu toko sepatu favorit. Nggak pernah menyangka akan bisa bekerja dengan hal yang aku cinta banget, sepatu. 

Allah melimpahkan banyak rejeki dan berkah buat kami di tahun ini. Tidak bisa aku bilang tahun 2016 adalah tahun yang mulus. Dengan segala kebahagian pasti ada beberapa kejadian tak enak juga. Beberapa keluarga dan kerabat yang pergi untuk selama-lamanya menjadi berita buruk di tahun ini. Kesulitan financial yang masih berlanjut di tahun 2016 walaupun masih bisa kami atasi dengan harapan tak seperti 2015 yang penuh dengan financial problems dan air mata. 


Belum pernah rasanya se-emosional ini di malam tahun baru. Lihat kembang api dan nangis. Nangis bahagia melihat kebelakang apa yang telah terjadi. It was rough 2016. However, we did it. Nggak bisa berhenti air mata mengingat kenangan 2016 dengan segala bahagia sedih dan jungkir baliknya. 

Harapan 2017 

  • Semoga bisa makin baik keadaan keuangan kami. Kami percaya rejeki nggak akan tertukar. Allah sudah menentukan. Kami percaya itu. Kami hanya perlu usaha lebih giat dan keras lagi. 
  • Semakin sehat. Mau mulai olahraga serius. 
  • Selalu berfikir positif dan membuang energi negatif. 
  • Semakin mendekatkan diri dengan keluarga dan kawan-kawan terbaik. Yang banyak dramanya, ciao aja. Yang genuine akan dijaga baik-baik. 
  • Setelah istirahat dari pengobatan untuk menambah anggota keluar baru, tahun ini akan mulai serius lagi. Mulai cari-cari dokter dan usaha apapun supaya Juniors segera hadir untuk meramaikan rumah kami. 
  • Mau memperbesar keluarga lagi dengan cara lain juga. Adopsi kucing lagi. Supaya Erwin ada temennya. 😻

Sekali lagi, selamat tahun baru semuanya. Semoga tahun ini membawa banyak kebaikan, kesuksesan, berkah untuk kita semua. Amiin ya rabbal alamin. 

Short trip kopdaran di Berlin

 

Bertemu di dunia nyata dengan teman yang selama ini hanya ngobrol di dunia maya bikin aku excited. Suatu hari mbak Beth muncul di grup @uploadkompakan dengan ide ada nggak yang mau nemenin nonton konser Sting. Aku sih karena bukan penggemar Sting jadi ya nggak nyaut di grup. Begitu muncul ide untuk kopdaran di Berlin, tuing-tuing ow ow ikutan aaaah. Setelah minta ijin suami sambil kedip-kedip kasi kode “Sayang, may I have girlstrip in Berlin around beginning of August? This trip is ladies only. Boleh yah yah yah yah” colek dagu :p Pak suami pun “lhaaa ya mbok dari dulu gitu lho jalan-jalan sendiri gitu. Aku udah pernah ke Berlin motoran jadi ya nggak papa kamu pergi sendiri” Aseeeeek lampu hijau sudah ditangan.

Ide ke Berlin ini muncul waktu aku masih di Genova. Jadi setelah kami deal boleh ke Berlin nggak serta merta beli tiket.Karena waktu itu juga berbarengan dengan sepertinya kami akan pindah kota. Jadi aku sama Carlo sepakat udah beli tiketnya ntar aja nunggu kepastian pindah apa nggak. Semakin hari di grup WhatsApp Berlin Ahak-Ahak ini makin rame tentang rencana mau kemana aja dan siapa saja yang mau ikutan. Setelah kami sampai Edinburgh, baru deh berburu cari tiket. Yah namanya beli dadakan ya apalagi pas musim libur gini, semuanya harga sudah naik. Tak apalaaah demi kopdaran sama mbak Beth, mbak Mindy, mbak Dian, mbak Deny, dan Mia apa sih yang nggak. ihiiiiiy..

Beberapa hari sebelum hari keberangkatan ke Berlin sempet ada ketakutan bahwa, duh ntar kalo nggak klik ngobrol gimana ya, kalo jadinya tripnya nggak asik terus aku kon pie, nggak lucu banget ntar kalo sampai garing selama liburan. Apalagi ini pertama kalinya aku ketemu sama mereka. Beberapa dari mereka sebelumnya sudah pernah ketemuan. Sampai hari H, cussss berangkat ke Berlin. Sampe di airport langsung cari taxi menuju hotel Apartemen AMC. (silahkan ke postingan mbak Beth tentang trip Berlin ini kalau mau tau lebih tentang hotelnya). Selama perjalanan masih kepikiran duh ntar gimana ya? Ntar kalo ketauan aku ceriwis terus mereka BT pie ya? hihihihi. Sopir taxi yang bawa aku ke hotel baik banget. Hotelnya kelewatan, aku bilang nggak papa turun sini aja, eeh dia malah puter balik. Supir taxi di Berlin reliable kok ternyata. Turun dari taxi naik ke kamar, ting-tong.. pencet bell sambil deg-degan, kelaperan dan kebelet pipis. Dibukain pintu sama mbak Beth. Sudah ada mbak Deny juga yang lagi cuci piring. Huaaa ketakutanku sirna sudah ternyata kami langsung klik ngobrol. Ngobrol ngalur ngidul ngetan ngulon kabeh. Nggak lama mbak Dian pun datang. Semalaman kami cerita ini itu banyak dan nyambung aja gitu. Dalam hati, Alhamdulillah, this trip is gonna be great.

Hari Pertama

Keesokan harinya sambil nungguin Mia datang kami beberes dan siap-siap buat jalan ke tujuan pertama kami, Menara Teufelsberg. Menara yang dulunya dipakai untuk memata-matai Uni Soviet. Perjalanan kesana kami optimis waah bakalan seru nih. Aku sudah cari informasi tentang tempat itu sebelumnya. Sangat menarik tempatnya. Perjalanan jauh dari stasiun ke menara terbayar dengan pemandangan yang ditawarkan.

DSC01430

Ini dia si menara mata-mata itu.

DSC01433

So cute this pink tower.

Jadi tempat bekas memata-matai Uni Soviet ini dikelola sedemikian rupa hingga jadi tempat yang kece buat foto-foto. Asli deh ini tempat instagram-able banget. Banyak graffiti di seluruh sudut tempat ini. Terlihat seperti rongsokan tapi aslinya kece banget.

IMG_6188

Model kita hari ini, Mia. 🙂

Kami begitu masuk tempat langsung kepikir waah kayaknya kita bakal lama banget ini disini. Menikmati graffiti dan menjadikan semua tempat untuk foto-fotoan hihihi.Dan asli nggak berasa.Karena kita enjoy banget disana. Rekomendasi mbak Beth emang yahud deh. Jempolaaan!

DSC01516

here we go, our photographer 😉

IMG_6195

Mbak Deny lagi menikmati angin semilir 🙂

IMG_6227

Foto dari mbak Deny. Kami udah cocok jadi foto model belum? boleh lhoo kalau butuh model. Silahkan hubungi kami :p

Setelah menghabiskan lebih dari dua jam disana, perut keroncongan, bekal roti sudah habis, persediaan air menipis, maka saatnya kami cabut dari sana. Tujuan selanjutnya kami mau makan di Restoran Nusantara. Mbak Beth sudah ngiming-ngimingi ada es teler, mie bakso, penyetan, dll. Semangat membara kami balik dari sana. Tidak mau mengulangi perjalanan panjang saat mau berangkat, kami akhirnya mengikuti gerombolan depan kami masuk hutan. Mbak Dian yang udah sering hiking memimpin di depan. Mengikuti rombongan depan yang jalannya super cepat. Sempat ragu lhaa kok jalannya makin kecil. Mia dan mbak Deny dengan alas kaki yang tidak mendukung untuk masuk hutan mulai mengalami kesulitan. Aku dalam hati sudah deg-degan. Wadooh ini kalo kesesat nggak lucu banget. Semuanya kelaperan, capek, bekal abis, air juga sisa dikit. Huaaaa piee iki. Tapiiiii tetap doong, dalam keadaan apapun foto itu wajib hukumnya.

IMG_6220

Ini dia si menara mata-mata itu.

IMG_6233

Akhirnya sampai juga kami Restoran Nusantara. Aku udah kepikiran pokoknya mau nambah.Lapernya jangan ditanya deh kayak apa. Begitu duduk semua langsung konsentrasi milih mau makan apa aja. Aku milih soto padang karena emang lagi pengen soto padang udah lama. Pas yo ada gitu disana. Sambil mikir menu berikutnya hahaha Ncen gragas aku. yaaah kan abis laper jalan jauh :p Begitu makanan datang semua khusyuk diem. Ngunyah dengan lahap. Makan makanan Indonesia di luar negeri itu kenapa kenapa rasanya jadi double lebih nikmat. Rencana pesan menu kedua gagal karena dapet hibahan ayam dari mbak Deny, plus makan tempe mendoan yang entah sudah berapa potong. Kenyangnya jangan ditanya deh.

Setelah dari sana kami melanjutkan perjalanan ke Museum Island. Sore mulai mendung. Setelahnya kami akhirnya beristirahat di depan Dom. Rame banget disana tapi paling nggak kami bisa leyeh-leyeh duduk di rumput.

 

 

IMG_6357

Foto dari hp mbak Beth. Walapupun sudah seharian jalan, kami masih keliatan kece ya? :p

Setelah dari sana kami masih melanjutkan perjalanan. Inilah salah satu asiknya summer, matahari tenggelam jam 9, jadi kami masih bisa jalan-jalan sepuasnya. Kali ini kami menuju sekitaran Dom, namanya Hackescher Markt. Tujuannya kesana adalah cari cemilan,ini mau cari gelato. Yah aku kan kangen juga sama gelato. Namun sayang kami nggak nemu dimana gelaterianya. Ternyata setelah diusut mbak Beth, pindah beberapa meter ke depan. Owalaah, gelato bentuk bunga gagal deh disantap. Next time aaah cari. Kami akhirnya melipir ke salah satu lorong. Kata mbak Beth disitu ada bioskop. Kami masuk lorong itu waaaah keren banget. Berlin ini emang kota penuh graffiti yah dan bagus-bagus banget gitu.

IMG_6306

Foto graffiti lainnya silahkan mlipir ke Instagram aku yaa @anggiangguni. (Maap promo terselubung :p)

Nggak kesampaian makan gelato bunga tetep dong misi makan gelato harus terlaksana. Lihat di dekat stasiun ada gelateria dan restoran. Langsung deh kita duduk.

IMG_6316

Gelato Pistacchio my love. Satunya lagi aku lupa rasa apa. Cookies kalau nggak salah. 

 

Hari kedua

Hari kedua ini kami nggak bareng terus. Pagi-pagi Aku, mbak Dian dan Mbak Deny sudah siap untuk ikutan Free Walking Tour. Ini sangat menarik.Kami menjelajahi spot-spot bersejarah di Berlin. Info lebih lanjut silahkan google banyak kok informasi tentang ini. Ini sangat direkomendasikan kalau kalian ke Berlin. Terima kasih buat mbak Deny yang sudah booked Free Walking Tour ini buat aku sama mbak Dian. I was so happy. Insiden kaki sakit karena harus jalan cepat ngikutin grup mah jadi lupa.

Selanjutnya kami janjian sama mbak Mindy dan mbak Beth yang sudah menunggu kami di warung Indonesia namanya Mabuhay. Ini highlight banget buat hari kedua. Makan makanan Indonesia yang cita rasanya rumahan banget. Ya ampun nggak nyangka banget bisa makan enak dan murah pula di Berlin. Foto dan cerita selengkapnya ada di postingan mbak Deny. Asli deh ini Mabuhay enaknya banget nget nget. Kami berlima sampai pesan 8 porsi nasi saking enaknya lauk jadi nambah nasi mulu. Kalau kalian di Berlin dan kangen makanan Indonesia yang enak dan murah Mabuhay ini boleh banget lho dicoba.

Liat nih mbak Deny sama mbak Beth sampai rebutan makanan :p Rebutan ngerokoti kepala sama buntut ikan hahahaha. Urusan perut emang yah hahahaha

 

Setelah ini kami melanjutkan perjalanan ke Reichstag Building. Waaaah gedung ini megah banget ya. Luar biasa. Sayang sekali kami kehabisan tiket masuk ke dalam hari itu. Karena harus booking online jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi foto di depannya aja kami udah seneng kok.

DSC01660

Kami sangat beruntung hari itu cuaca sangatlah bagus.Matahari gonjreng deh pokoknya.

DSC01655

Ini entah mereka lagi ngomongin bisnis apa, bisnis kerupuk kali ya? Hahaha

Setelah dari sini kami misah karena mbak mindy harus balik dan mbak Beth harus segera bersiap mau nonton konser Sting. Aku, mbak Deny dan mbak Dian masih lanjut keliling. Rencana selanjutnya adalah boat tour. Aaaaah aku suka nih boat tour. Naik kapal sambil lihat kiri-kanan. Lumayan lah dengan duduk manis di kapal kami bisa dapet spot foto-foto tempat di Berlin. Harga boat tour ini beda-beda. Kami kalau tidak salah dapat harga 15Euro dengan durasi 1 jam. Kena semilir angin, liat tempat-tempat bersejarah di Berlin, aaah 1 jam rasanya kurang banget.

Setelah selesai boat tour kami mau duduk di cafe-cafe pinggir sungai sambil menikmati sore. Jalanlah kami menyusuri sungai dan berhenti sebentar di sebuah jembatan yang katanya embatan paling ok disana.

DSC01844

Nggak dapat tempat yang ok dengan harga sesuai dompet di pinggir sungai kami akhirnya mlipir ke daerah yang dekat stasiun. Sampailah kami di tempat yang namanya Peter Pane. Dari luar keliatan asik nih. Rencananya kami pengen ngemil aja. Eeeh nemu deh cocktail tanpa alkohol dan dapat 1 porsi burger juga. Jadinya malah kami nangkring disana. Cerita macam-macam.

DSC01867

Mbak Dian bingung milih mau makan dan minum apa. 🙂

IMG_6437

Nggak terasa kami ngobrol lama banget disana. Hampir 3 jam kami duduk disana. Tiba-tiba aja gitu udah mau jam 9. Emang ya waktu nggak berasa banget kalau kita enjoy dengan orang-orang yang nyambung kalau ngobrol. 🙂

Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke hotel sambil nungguin mbak Beth yang balik dari konser Sting.

I’m so happy dengan keputusan pergi ke Berlin ini. Teman yang menyenangkan, kota yang cantik, makanan yang memuaskan, cuaca yang juga selalu bagus. I feel blessed. Kami saking senangnya langsung bikin rencana lagi yook bikin next trip. It’s a must. tujuannya kemana, kami belum tahu. tapi kami tahu bahwa kami akan ketemu lagi suatu saat di tempat yang berbeda.

Terima kasih buat mbak Beth, Mbak Dian, Mbak Mindy, Mbak Deny, dan Mia yang bikin perjalanan ke Berlin ini sangat berkesan. Terima kasih atas kehangatannya. Terima kasih untuk ceritanya yang sangat menginspirasi. Terima kasih untuk semangatnya berjuang di negara orang.

Sampai bertemu di perjalanan selanjutnya yaaa 🙂 Mungkin dengan tambahan personil supaya lebih rame. The more the merrier kan yaa?

IMG_6486

Captured by Mbak Dian

 

Update (basian) dari Edinburgh

Holaaaa..

Saya muncul kembali setelah lama menghilang. Hehehehe

Kalo yang sudah follow IG aku sudah tahu ya aku sekarang nggak lagi di Italia.Yuhuuuuu. Sekarang Carlo dan aku sudah pindah ke Edinburgh. Alasan kepindahan ya karena kerjaan suami sih.Alhamdulillah doa kami tahun lalu dikabulkan Allah SWT. Kami pindah ke tempat baru, Carlo dapat kerjaan baru yang dia suka. Alhamdulillah horray horray.. Carlo nyampai duluan disini tanggal 5 Mei, akunya nyusul tanggal 20 Mei karena drama visa yang ketolak.

Jadi Edinburgh gimana?

Well, Edinburgh ituuuuuu…

Cantik banget ya Allah.. Ini kota asli cantik. Ntah kok bisa di tiap sudut itu cantik dan Instagram-able banget. (Maap yaah saya masih norak, maklum pendatang baru :p) Bersih banget kayak Swiss sih nggak ya, tapi emang cantik aja. Banyak gedung-gedung tua yang masih terawat. Ada banyak taman dan hijau-hijau pokoknya. Kalo di Genova sepanjang jalan mah pantai aja gitu diliat, sekarang dikasih lagi nikmat lain, tyaitu taman bertebaran dimana-mana dan tamannya pun terawat. Aaah lovely.

DSC01351

The Scotland Monument

DSC01352

Super busy street, Princess Street. (Ayoo yang fokus ke Sale H&M :p)

DSC01355

Ini gedung Department Stores. Kece ya..? Btw, itu apanya Kylie Jenners yang bikin lipstick itu? :p

DSC01391

Ini view dari Calton Hill. Mengejar sunset judulnya.

DSC01360

Ini dia taman di Princess Street. Ada kastil juga nongol di foto 🙂

 

Orangnya ramah-ramah. Iyaa asli orangnya ramah-ramah.Selalu menyapa dengan senyum tulus. Dan sampai supir bus pun juga disapa, “Hi, Thank you, Cheers, etc” selalu terdengar pokoknya. Plus senyum manis. Masuk ke toko pun aku nggak diliatin kayak pencuri. Mereka ramah semua orang. I’m super duper happy pokoknya.

Banyak pilihan makanan dan enak-enak. Ini termasuk bagian penting dalam kelngsungan hidup hahahaha.Berbagai macam jenis makanan dari berbagai negara tumplek-plek disini.My tummy also shout hurraah. :p Makanan Chinese so pasti, Indian maah banyak, ada restoran Malaysia juga, ada Mexican resto, ada Italian juga pastinya, dan melimpah ruah ini restoran Italia hehehe.

Bumbu dapur lumayan pepak. Naah ini juga termasuk penting dalam hal ngebulnya dapur. Gampang dapat laos, kunyit, dkk. Pandan juga banyak, daun pisang juga selalu ada. Yang paling menyenangkan juga tokonya cuma 2 km dari rumah bisa jalan kaki sekalian cari Pokemon kaan? Ooopss.. :p

Transportasinya terkoneksi dengan baik dan sangat memudahkan. Ini penting karena kami nggak punya mobil disini jadi kami kemana-mana naik bis. Bisnya gampang dibaca rutenya dan ada aplikasinya juga. Beli tiket langsung di bisnya, bayar sama pak supirnya langsung. Atau bisa juga pakai kartu langganan namanya Rida card, bisa beli mingguan, bulanan atau setahun.

Dingin dan hujan adalah kawan sehari-hari. Kebiasaan sama cuaca Indonesia yang panas dan Italia yang sering banget nongol matahari sampe sini mataharinya pelit. Hampir tip hari mendung dan hujan. Langit biru bersih itu adalah pemandangan langka disini pokoknya. So far selama disini, suhu paling panas yang aku rasain 25 celc ajah. Di Genova maaah udah 35-38 celc kali sekarang. Dinikmati sajaa yah. Senengnya jadi sering lihat pelangi. ada fotonya double pelangi di IG aku beberapa hari yang lalu. 🙂

Sekarang kami masih pelan-pelan ngisi rumah. Ngisinya sih enak, milihnya juga enak, bayarnya ini paiiiit 😦 hahahaha. Jadi ya kami nyicil ngisinya. Bulan pertama ngisi mesin cuci, mesin cuci piring, sama kulkas. Bulan berikutnya beli meja makan sama kasur. Ini ceritanya sebulan pertama kami tidur pake kasur camping yang dipompa itu hahaha. Abis ini baru mau beli sofa bed sama rak tv. Let see laaah.. Lagian rumah kosong gini juga enak kok, gampang bersihinnya. Ngevacum lantai lurus-lurus ajah hehehe. Ya kaaaan?

Kenapa nggak cari rumah yang udah furnished aja? Kami juga nyari, yaaah apa daya, mereka pada nolak kucing. Ntar Erwinku gimana dong? Cuma rumah ini yang terima kucing dari sekian rumah yang sudah kami apply. Iyaa disini ribet banget nyewa rumah kalo punya peliharaan, mostly mereka nggak mau ada peliharaan di rumah. Huuuft.

Erwin gimana? Erwin akan dibawa kok. Dia ntar nyusul akhir september, sekalian mertua mau kesini. Kenapa nggak sekalian dibawa kemarin, karena paspor dia belum jadi plus dia baru aja vaksin rabies jadi mesti nunggu dulu sebelum dibawa kesini. Kami berdua kangen banget sama buntelan bulu itu.  Di rumah sepi banget nggak ada yang diajak main.Hiikz

So far ini dulu kali yaa. Ntar kapan-kapan disambung lagi cerita dan drama dari Edinburgh ini. 🙂

 

 

 

 

 

 

 

Semuanya pasang foto mudik. Pada mau lebaran di rumah. 😭😭😭

Sini lebaran besok, suamik udah ngecup duluan “abis sholat ied aku langsung ngantor yaa. Ada meeting.”

*membayangkan makan lontong opor sama rendang sendirian di rumah*

Kok yo nelongso men tho yoooo.. *sigh*

View on Path

Scaloppine ala mertua

Sudah lama nggak posting tentang makanan. Sesekali posting deh aku. Soalnya kemarin mbak Puji request minta resep makanan Italia. Aku pertama kali kenal makanan ini pas makan di rumah mertua. Mamma suka banget masak ini karena pasti selalu ludes sampai ke kuah-kuahnya. Pokoknya itu wajan di tengah meja jadi licin mulus lagi kayak sebelum dipake karena kuahnya jadi rebutan.

Mamma katanya juga nemu resep ini dari internet. Entah nama websitenya apa, pokoknya kata Mamma “Pokoknya aku cari, terus nemu di internet.” hahahaha. Karena resep ini enak jadi aku ceritanya mau belajar bikin nih. Kata Mamma, “aku nggak pake takaran, lupa print kertas resepnya dimana. Yah pokoknya dinget-inget aja” Naaah oleh karena itu belajar bikin Scaloppine ini dari hasil mengamati dan merusuhi Mamma masak di dapur. Ini aku nggak pake takaran juga kasih resepnya. Pokoknya hasil ngira-ngira juga.

DSC00392

Scaloppine (Untuk 2-3 porsi orang dewasa)

300-400 gr fillet daging sapi, daging sapi yang diiris tipis-tipis pokoknya. Mungkin kayak daging sukiyaki kali ya namanya.

5 sdm atau bisa lebih tepung terigu

1 – 1,5 buah lemon ukuran sedang, ambil airnya.

1 sdm mustard

garam, merica secukupnya

1/2 sdt kaldu bubuk (jika suka)

cabe bubuk sesukanya kalau doyan

Olive oil atau minyak goreng secukupnya

Air panas 1 liter

Cara Membuat:

  1. Siapkan daging dan bersihkan. Setelah itu lumuri daging dengan tepung terigu sampai semuanya tertutup terigu. Nggak usah tebel2. Pokoknya asal semua bagian daging ketutupan terigu aja.
  2. Panaskan wajan teflon datar. Masukkan olive oil atau minyak goreng ke wajan. Takarannya pokoknya cukup buat nggoreng daging sebentar aja asalkan sudah berubah warnanya. Jangan banyak-banyak nanti minyakan jadinya nggak enak. Masukin minyaknya sedikit-sedikit aja. Kalau abis nggoreng terus minyaknya abis ya ditambahkan sedikit-sedikit aja.
  3. Masukkan daging yang sudah bermandikan tepung. Kalau sudah berubah warna, balik terus angkat. Lakukan ini sampai semua potongan habis.
  4. Jika semua sudah selesai digoreng sebentar. Masukkan semua daging ke dalam wajan. Masukkan air lemon.
  5. Setelah itu masukkan air panas.
  6. Masukkan mustard, garam, meica, kaldu, dan cabe bubuk. Aduk-aduk sampai rata. Set api ke api kecil menuju sedang. Sambil terus diaduk-aduk. Tes rasa.
  7. Masak sampai daging empuk. Kalau dagingnya belum empuk, silahkan ditambah airnya. Jangan lupa diaduk2, digoyang2 wajannya biar rasanya merata.

Gampang kan yaaa? Ini resep andalan kalau lagi bingung mau masak apa. Asal goreng, main cemplung2 tadaaaaaa jadi deh..

Makan ini bisa ditemani dengan salad atau kentang goreng kalau mau. Isinya salad ya bisa sesuai selera maun diisi apa. Pas kebetulan di rumah adanya salad ini sama tomat cherry. Buat ngabisin kuahnya bisa dikoretin pake roti.

DSC00388

Untuk yang nggak makan daging, mungkin bisa dicoba dengan ayam atau ikan. Aku belum pernah nyoba bikin pakai ayam atau ikan. Kalau udah ada yang bikin pakai ayam dan ikan kabarin yaa 🙂 Selamat mencoba teman-teman..

Ps: Aku nggak bikin foto step by step karena di dapur tadi dirusuhin suami dan Erwin. Jadi yaa gitu laah. Dapur ancur udah kayak kapal pecah. 😛

 

 

2015

Mumpung ada waktu hari ini buat nulis mau kilas balik tentang 2015.

DSC00297

Akhir tahun 2014 kemarin ada banyak kejadian yang bikin istigfar dan berserah sama Yang Kuasa. Maka tahun 2015 ini diharapkan keadaan menjadi lebih baik. Setelah menjalani 2015 ini, ternyata keadaan tidak semakin membaik malah semakin memburuk. Ada banyak kejadian tidak mengenakkan di tahun 2015 ini.

Kami memulai 2015 dengan besar harapan bahwa tahun ini suami akan mendapat kerjaan baru sebelum ada kata PHK keluar dari kantor. Sekitar November tahun lalu ada selentingan kabar bahwa kantor suami dinyatakan bangkrut. Kami berdua jadi ketar-ketir dan mulai merencanakan apa yang akan dilakukan jika kejadian yang terburuk terjadi yaitu PHK. Sejak terdengar isu itu, beratus-ratus CV sudah dilayangkan mas suami ke berbagai penjuru dunia. Interview via telpon terus-menerus hampir tiap hari dari pihak recruiter. Kami begitu optimis bahwa tahun ini kehidupan akan semakin baik. Namun Allah SWT berkehendak lain. Kami disuruh belajar sabar, ikhlas, dan terus belajar menjadi lebih baik lagi, lebih fokus terhadap apa yang diinginkan. Belajar sabar dan ikhlas menjadi pembelajaran yang sangat berharga tahun ini.

Masalah lain yang muncul adalah kami tahun 2015 berencana untuk memiliki anak. Setelah lepas dari pil KB Oktober 2014, konsultasi ke dokter pun dimulai. Konsultasi, USG, berganti dokter, menelan berbagai macam pil sudah dilakukan. Tapi jika Sang Maha Pemberi belum mau memberi apalah daya kami sebagai makhluk yang sangat kecil ini. Mood yang kacau balau dikarenakan terapi hormon yang sedang aku lakukan, sakit-sakit badan juga, badan yang semakin melar pun sudah muncul semua. (Itulah kenapa sayah bertambah gendut pemirsaaah.. Sudah naik hampir 4 kg sayanya. Hiiiikz.. Semakin menuh-menuhin lahan kalau selfie :p) Namun Allah berkehendak lain. Tahun ini belum rejeki kami diberikan amanah anak. Omongan nyinyir dari berbagai pihak tentang aku yang belum hamil juga menjadi pelajaran bagi kami berdua. Belajar sabar, ikhlas. Kami juga belajar untuk semakin mendukung satu sama lain, saling menguatkan. Omongan luar mah cuekin sajaa yah.

Musibah yang bikin dag dig dug dueer tahun ini datang di bulan Maret. Suatu siang dapat kabar dari rumah bahwa Papah terkena stroke. Beliau terjatuh saat sholat Isya di mushola di rumah. Aku yang dengar kabar itu sedang di perjalanan di kereta mau ke rumah mertua. Suami lagi ada training di luar kota. Awalnya biasa aja, optimis Papah kuat dan semua akan baik-baik saja. Sampai malamnya ketika dinner bareng air mata nggak sanggup lagi ditahan. Kaki tangan Papah yang sebelah kiri susah digerakkan. Yaa Papah yang dulunya dikenal sangat kuat, semuanya dilakuin sendiri tiba-tiba tumbang oleh stroke. Akunya jauh. Cuma bisa nangis, sholat, berdoa semoga beliau segera pulih. Alhamdulillah sekarang keadaan beliau semakin membaik walaupun belum kembali normal seperti dulu. Jalan dan mengirim pesan lewat whatsapp yang penting sudah bisa hehehe. Sudah bisa ketawa-ketawa lagi.

Selang beberapa bulan setelahnya, sekitar Agustus atau September, giliran Papa mertua yang sakit. Perlahan-lahan kemampuan jalan beliau terhambat karena lutut yang semakin bengkak. Ini pertama kali ketahuan pas mereka lagi trip ke Jerman. Papa yang biasanya semangat jalan tiba-tiba jalannya terseok-seok. Ego yang besar selalu bilang, nggak kok nggak apa-apa. Bengkak doang nanti sembuh. Beliau memang tidak pernah menunjukkan kalau beliau sakit. Setelah berobat ke dokter, dokter hanya memberikan pain killer tanpa kasi solusi lainnya. Merasa tidak puas, coba konsultasi ke rumah sakit dan ternyata ditemukan ada peyumbatan darah di pembuluh darah di kakinya. Awalnya hanya yang kanan. Sekarang jadi dua-duanya yang sakit. Setelah menanti berbulan-bulan akhirnya jadwal operasi pun keluar. Insya Allah tanggal 13 Januari besok jadwalnya untuk operasi. Semoga lancar semua. Mohon doanya yaa teman-teman. Semoga orang tua kami selalu diberikan sehat dan panjang umur. Amiiiiin

Setelah cerita yang sedih-sedih, masa sih 2015 nggak ada cerita bahagia sama sekali. Ada kok.. Alhamdulillah, mimpiku untuk ke jalan-jalan ke Switzerland tercapai. Kami diberikan 2x kesempatan malahan buat jalan-jalan ke Swiss. Pertama bulan April dan yang kedua bulan Juli pas lebaran. Iyaa aku numpang makan lontong opor di KBRI di Bern. Hwehehehehe

Satu lagi mimpi yang kesampaian tahun ini adalah akhirnya punya kamera baru juga hasil nabung-nabung. Nggak cuma nabung beli lipstick aja tapi beli kamera juga. Yuhuuuu.. Emang sih bukan yang terbaru dan yang paling sophisticated tapi paling nggak sesuai budget dan sesuain sama yang diinginkan pas pula ada diskon. Double happynya Alhamdulillaaah..

Selain itu hal bahagia lainnya selama tahun ini aku jadi tahu bahwa aku semakin suka masak. Jadi belajar masak, belajar nyobain satu-satu masakan yang lagi dipengenin. And i’m happy with it. Ternyata uprek di dapur juga menjadi hal yang sangat menyenangkan. Terus tambah seneng lagi kalau yang makan juga suka.

Hal lain yang bikin 2015 semakin berwarna adalah ketemu temen baru, dan semakin dekat dengan teman-teman. Yang dulunya cuma ngobrol di dunia maya atau cuma whatsapp doang sekarang jadi sering ketemu dan berbagi tentang banyak hal. Dan kami pun jadi saling belajar. Alhamdulillah.

Tahun 2015 jadi tahun yang sangat berat buat aku dan Carlo. Tapi disamping masalah dan musibah yang ada Allah juga menyisipkan berbagai macam kebahagiaan buat kami. Mungkin tahun 2015, doa kami, mimpi kami belum diijabah Allah, karena mungkin belum waktunya atau memang bukan untuk kami. Kami disuruh belajar dulu ternyata.

Tahun 2016 lagi-lagi kami berharap dan selalu optimis keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Semoga mimpi kami yang belum kesampaian tahun 2015 bisa terwujud di tahun 2016. Semoga tahun 2016, Carlo segera dapat pekerjaan baru yang lebih baik. Semoga kami bisa segera diberikan amanah untu mendapatkan anak. Semoga orang tua kami selalu diberikan kesehatan dan panjang umur. Ini aja dulu deh resolusi kami tahun depan. Untuk aku pribadi, 2016, aku mau menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur, lebih sabar dan tawakal. Tahun 2016 juga mau mulai serius ngerjain dan jualan aksesoris yang sudah terbengkalai lama dikarenakan satu dan lain hal. Semoga semua berjalan lancar dan sesuai harapan. Amiiiin..

Selamat Tahun Baru teman-teman sekalian. Semangat menyambut tahun baru, semangat menggapai harapan baru, semangat meraih mimpi-mimpi. Amiiiiiin..

Jadi sudah punya rencana apa nih buat tahun baruan? 🙂