Everlasting Love


Everlasting love

16 May 2017

Edinburgh – Scotland 
Mencintai disaat kita masih sehat, muda, kuat itu mudah. 
Namun disaat kita nanti sudah menua, ketika yg satu sakit, pipis atau poop di celana, pelupa, lelet ngerjain sesuatu apakah sayang kita masih akan sama? Masihkah kita bisa saling menertawai kelucuan kebodohan masing2 daripada saling menyalahkan? 
Our parents give us very good example of love. Hari ini kami tersadar. Suatu saat kami akan seperti mereka. Menjadi renta, lemah, keriput, tua. Namun mereka memberikan contoh bahwa disaat menua pun pelukan menjadi semakin hangat, genggaman tangan pun menjadi semakin erat. Semoga kami bisa saling menjaga hati kami masing2. Bisa saling menguatkan. Saling menertawakan. 
Menggendut bersama, mengurus bersama, menua bersama dan tetap saling menggenggam erat tangan melangkah ke depan hingga Yang Kuasa memanggil kami. 
Amin Ya Rabbal Alamin.. ❤️❤️❤️

Kenangan Jungkir Balik 2016

Selamat Tahun Baru 2017…🎉🎉🎉


Tak pernah terbayang akan semua yang terjadi di 2016. Let’s make highlights 2016. 

Pindah Ke Edinburgh 


Ini salah satu tahap besar dalam hidup saya dan suami. Setelah struggled dengan beratnya 2015, kabar baik kami terima di 2016. Dengan proses yang sangat cepat, Carlo keterima kerja di salah satu bank terbesar di Skotlandia dan kami harus pindah ke Edinburgh sesegera mungkin. Memulai hidup baru disini. Luar biasa. Alhamdulillah. 

Nonton Konser Adele di Verona 


Salah satu momen terbaik di 2016. Melihat dan mendengar Adele nyanyi depan mata. Itu sangat susah dijelaskan. Bahagianya banget nget nget. 

Short Trip ke Berlin


Sejak bergabung dengan komunitas Upload Kompakan cabang Eropa dan tergabung dalam  #mbakyurop, lingkup pertemanan semakin meluas. Kenal dengan teman baru dari seluruh belahan Eropa. Luar biasa rasanya. Suatu hari beberapa dari kami memutuskan untuk kopdaran di Berlin. Ada mbak Dian (Salzburg, Austria), mbak Deny (Den Haag, Belanda), mbak Beth, mbak Mindy dan Mia (Jerman). Pertemuan yang sangat mengesankan. Semoga kami diberi kesempatan untuk bertemu kembali. 

Pekerjaan baru

Sekitaran bulan Oktober ada seorang sahabat menghubungi untuk menawarkan dan meminta tolong untuk membantu dia menyelesaikan proyek terjemahan serial tv. Satu episode untuk belajar, lanjut ke episode berikutnya dan jadi keterusan. Pekerjaan yang melelahkan tapi membuat bahagia. Ada passion yang terikut waktu aku mengerjakan ini. Perasaan bahwa “nah ini nih aku suka”. Challenging dan exciting mungkin dua kata yang tepat untuk pekerjaan ini. 

Tak hanya itu, tepat tanggal 25 November 2016, di hari ulang tahun ke 31, aku menandatangani surat kontrak kerja paruh waktu di salah satu toko sepatu favorit. Nggak pernah menyangka akan bisa bekerja dengan hal yang aku cinta banget, sepatu. 

Allah melimpahkan banyak rejeki dan berkah buat kami di tahun ini. Tidak bisa aku bilang tahun 2016 adalah tahun yang mulus. Dengan segala kebahagian pasti ada beberapa kejadian tak enak juga. Beberapa keluarga dan kerabat yang pergi untuk selama-lamanya menjadi berita buruk di tahun ini. Kesulitan financial yang masih berlanjut di tahun 2016 walaupun masih bisa kami atasi dengan harapan tak seperti 2015 yang penuh dengan financial problems dan air mata. 


Belum pernah rasanya se-emosional ini di malam tahun baru. Lihat kembang api dan nangis. Nangis bahagia melihat kebelakang apa yang telah terjadi. It was rough 2016. However, we did it. Nggak bisa berhenti air mata mengingat kenangan 2016 dengan segala bahagia sedih dan jungkir baliknya. 

Harapan 2017 

  • Semoga bisa makin baik keadaan keuangan kami. Kami percaya rejeki nggak akan tertukar. Allah sudah menentukan. Kami percaya itu. Kami hanya perlu usaha lebih giat dan keras lagi. 
  • Semakin sehat. Mau mulai olahraga serius. 
  • Selalu berfikir positif dan membuang energi negatif. 
  • Semakin mendekatkan diri dengan keluarga dan kawan-kawan terbaik. Yang banyak dramanya, ciao aja. Yang genuine akan dijaga baik-baik. 
  • Setelah istirahat dari pengobatan untuk menambah anggota keluar baru, tahun ini akan mulai serius lagi. Mulai cari-cari dokter dan usaha apapun supaya Juniors segera hadir untuk meramaikan rumah kami. 
  • Mau memperbesar keluarga lagi dengan cara lain juga. Adopsi kucing lagi. Supaya Erwin ada temennya. 😻

Sekali lagi, selamat tahun baru semuanya. Semoga tahun ini membawa banyak kebaikan, kesuksesan, berkah untuk kita semua. Amiin ya rabbal alamin. 

Short trip kopdaran di Berlin

 

Bertemu di dunia nyata dengan teman yang selama ini hanya ngobrol di dunia maya bikin aku excited. Suatu hari mbak Beth muncul di grup @uploadkompakan dengan ide ada nggak yang mau nemenin nonton konser Sting. Aku sih karena bukan penggemar Sting jadi ya nggak nyaut di grup. Begitu muncul ide untuk kopdaran di Berlin, tuing-tuing ow ow ikutan aaaah. Setelah minta ijin suami sambil kedip-kedip kasi kode “Sayang, may I have girlstrip in Berlin around beginning of August? This trip is ladies only. Boleh yah yah yah yah” colek dagu :p Pak suami pun “lhaaa ya mbok dari dulu gitu lho jalan-jalan sendiri gitu. Aku udah pernah ke Berlin motoran jadi ya nggak papa kamu pergi sendiri” Aseeeeek lampu hijau sudah ditangan.

Ide ke Berlin ini muncul waktu aku masih di Genova. Jadi setelah kami deal boleh ke Berlin nggak serta merta beli tiket.Karena waktu itu juga berbarengan dengan sepertinya kami akan pindah kota. Jadi aku sama Carlo sepakat udah beli tiketnya ntar aja nunggu kepastian pindah apa nggak. Semakin hari di grup WhatsApp Berlin Ahak-Ahak ini makin rame tentang rencana mau kemana aja dan siapa saja yang mau ikutan. Setelah kami sampai Edinburgh, baru deh berburu cari tiket. Yah namanya beli dadakan ya apalagi pas musim libur gini, semuanya harga sudah naik. Tak apalaaah demi kopdaran sama mbak Beth, mbak Mindy, mbak Dian, mbak Deny, dan Mia apa sih yang nggak. ihiiiiiy..

Beberapa hari sebelum hari keberangkatan ke Berlin sempet ada ketakutan bahwa, duh ntar kalo nggak klik ngobrol gimana ya, kalo jadinya tripnya nggak asik terus aku kon pie, nggak lucu banget ntar kalo sampai garing selama liburan. Apalagi ini pertama kalinya aku ketemu sama mereka. Beberapa dari mereka sebelumnya sudah pernah ketemuan. Sampai hari H, cussss berangkat ke Berlin. Sampe di airport langsung cari taxi menuju hotel Apartemen AMC. (silahkan ke postingan mbak Beth tentang trip Berlin ini kalau mau tau lebih tentang hotelnya). Selama perjalanan masih kepikiran duh ntar gimana ya? Ntar kalo ketauan aku ceriwis terus mereka BT pie ya? hihihihi. Sopir taxi yang bawa aku ke hotel baik banget. Hotelnya kelewatan, aku bilang nggak papa turun sini aja, eeh dia malah puter balik. Supir taxi di Berlin reliable kok ternyata. Turun dari taxi naik ke kamar, ting-tong.. pencet bell sambil deg-degan, kelaperan dan kebelet pipis. Dibukain pintu sama mbak Beth. Sudah ada mbak Deny juga yang lagi cuci piring. Huaaa ketakutanku sirna sudah ternyata kami langsung klik ngobrol. Ngobrol ngalur ngidul ngetan ngulon kabeh. Nggak lama mbak Dian pun datang. Semalaman kami cerita ini itu banyak dan nyambung aja gitu. Dalam hati, Alhamdulillah, this trip is gonna be great.

Hari Pertama

Keesokan harinya sambil nungguin Mia datang kami beberes dan siap-siap buat jalan ke tujuan pertama kami, Menara Teufelsberg. Menara yang dulunya dipakai untuk memata-matai Uni Soviet. Perjalanan kesana kami optimis waah bakalan seru nih. Aku sudah cari informasi tentang tempat itu sebelumnya. Sangat menarik tempatnya. Perjalanan jauh dari stasiun ke menara terbayar dengan pemandangan yang ditawarkan.

DSC01430

Ini dia si menara mata-mata itu.

DSC01433

So cute this pink tower.

Jadi tempat bekas memata-matai Uni Soviet ini dikelola sedemikian rupa hingga jadi tempat yang kece buat foto-foto. Asli deh ini tempat instagram-able banget. Banyak graffiti di seluruh sudut tempat ini. Terlihat seperti rongsokan tapi aslinya kece banget.

IMG_6188

Model kita hari ini, Mia. 🙂

Kami begitu masuk tempat langsung kepikir waah kayaknya kita bakal lama banget ini disini. Menikmati graffiti dan menjadikan semua tempat untuk foto-fotoan hihihi.Dan asli nggak berasa.Karena kita enjoy banget disana. Rekomendasi mbak Beth emang yahud deh. Jempolaaan!

DSC01516

here we go, our photographer 😉

IMG_6195

Mbak Deny lagi menikmati angin semilir 🙂

IMG_6227

Foto dari mbak Deny. Kami udah cocok jadi foto model belum? boleh lhoo kalau butuh model. Silahkan hubungi kami :p

Setelah menghabiskan lebih dari dua jam disana, perut keroncongan, bekal roti sudah habis, persediaan air menipis, maka saatnya kami cabut dari sana. Tujuan selanjutnya kami mau makan di Restoran Nusantara. Mbak Beth sudah ngiming-ngimingi ada es teler, mie bakso, penyetan, dll. Semangat membara kami balik dari sana. Tidak mau mengulangi perjalanan panjang saat mau berangkat, kami akhirnya mengikuti gerombolan depan kami masuk hutan. Mbak Dian yang udah sering hiking memimpin di depan. Mengikuti rombongan depan yang jalannya super cepat. Sempat ragu lhaa kok jalannya makin kecil. Mia dan mbak Deny dengan alas kaki yang tidak mendukung untuk masuk hutan mulai mengalami kesulitan. Aku dalam hati sudah deg-degan. Wadooh ini kalo kesesat nggak lucu banget. Semuanya kelaperan, capek, bekal abis, air juga sisa dikit. Huaaaa piee iki. Tapiiiii tetap doong, dalam keadaan apapun foto itu wajib hukumnya.

IMG_6220

Ini dia si menara mata-mata itu.

IMG_6233

Akhirnya sampai juga kami Restoran Nusantara. Aku udah kepikiran pokoknya mau nambah.Lapernya jangan ditanya deh kayak apa. Begitu duduk semua langsung konsentrasi milih mau makan apa aja. Aku milih soto padang karena emang lagi pengen soto padang udah lama. Pas yo ada gitu disana. Sambil mikir menu berikutnya hahaha Ncen gragas aku. yaaah kan abis laper jalan jauh :p Begitu makanan datang semua khusyuk diem. Ngunyah dengan lahap. Makan makanan Indonesia di luar negeri itu kenapa kenapa rasanya jadi double lebih nikmat. Rencana pesan menu kedua gagal karena dapet hibahan ayam dari mbak Deny, plus makan tempe mendoan yang entah sudah berapa potong. Kenyangnya jangan ditanya deh.

Setelah dari sana kami melanjutkan perjalanan ke Museum Island. Sore mulai mendung. Setelahnya kami akhirnya beristirahat di depan Dom. Rame banget disana tapi paling nggak kami bisa leyeh-leyeh duduk di rumput.

 

 

IMG_6357

Foto dari hp mbak Beth. Walapupun sudah seharian jalan, kami masih keliatan kece ya? :p

Setelah dari sana kami masih melanjutkan perjalanan. Inilah salah satu asiknya summer, matahari tenggelam jam 9, jadi kami masih bisa jalan-jalan sepuasnya. Kali ini kami menuju sekitaran Dom, namanya Hackescher Markt. Tujuannya kesana adalah cari cemilan,ini mau cari gelato. Yah aku kan kangen juga sama gelato. Namun sayang kami nggak nemu dimana gelaterianya. Ternyata setelah diusut mbak Beth, pindah beberapa meter ke depan. Owalaah, gelato bentuk bunga gagal deh disantap. Next time aaah cari. Kami akhirnya melipir ke salah satu lorong. Kata mbak Beth disitu ada bioskop. Kami masuk lorong itu waaaah keren banget. Berlin ini emang kota penuh graffiti yah dan bagus-bagus banget gitu.

IMG_6306

Foto graffiti lainnya silahkan mlipir ke Instagram aku yaa @anggiangguni. (Maap promo terselubung :p)

Nggak kesampaian makan gelato bunga tetep dong misi makan gelato harus terlaksana. Lihat di dekat stasiun ada gelateria dan restoran. Langsung deh kita duduk.

IMG_6316

Gelato Pistacchio my love. Satunya lagi aku lupa rasa apa. Cookies kalau nggak salah. 

 

Hari kedua

Hari kedua ini kami nggak bareng terus. Pagi-pagi Aku, mbak Dian dan Mbak Deny sudah siap untuk ikutan Free Walking Tour. Ini sangat menarik.Kami menjelajahi spot-spot bersejarah di Berlin. Info lebih lanjut silahkan google banyak kok informasi tentang ini. Ini sangat direkomendasikan kalau kalian ke Berlin. Terima kasih buat mbak Deny yang sudah booked Free Walking Tour ini buat aku sama mbak Dian. I was so happy. Insiden kaki sakit karena harus jalan cepat ngikutin grup mah jadi lupa.

Selanjutnya kami janjian sama mbak Mindy dan mbak Beth yang sudah menunggu kami di warung Indonesia namanya Mabuhay. Ini highlight banget buat hari kedua. Makan makanan Indonesia yang cita rasanya rumahan banget. Ya ampun nggak nyangka banget bisa makan enak dan murah pula di Berlin. Foto dan cerita selengkapnya ada di postingan mbak Deny. Asli deh ini Mabuhay enaknya banget nget nget. Kami berlima sampai pesan 8 porsi nasi saking enaknya lauk jadi nambah nasi mulu. Kalau kalian di Berlin dan kangen makanan Indonesia yang enak dan murah Mabuhay ini boleh banget lho dicoba.

Liat nih mbak Deny sama mbak Beth sampai rebutan makanan :p Rebutan ngerokoti kepala sama buntut ikan hahahaha. Urusan perut emang yah hahahaha

 

Setelah ini kami melanjutkan perjalanan ke Reichstag Building. Waaaah gedung ini megah banget ya. Luar biasa. Sayang sekali kami kehabisan tiket masuk ke dalam hari itu. Karena harus booking online jauh-jauh hari sebelumnya. Tapi foto di depannya aja kami udah seneng kok.

DSC01660

Kami sangat beruntung hari itu cuaca sangatlah bagus.Matahari gonjreng deh pokoknya.

DSC01655

Ini entah mereka lagi ngomongin bisnis apa, bisnis kerupuk kali ya? Hahaha

Setelah dari sini kami misah karena mbak mindy harus balik dan mbak Beth harus segera bersiap mau nonton konser Sting. Aku, mbak Deny dan mbak Dian masih lanjut keliling. Rencana selanjutnya adalah boat tour. Aaaaah aku suka nih boat tour. Naik kapal sambil lihat kiri-kanan. Lumayan lah dengan duduk manis di kapal kami bisa dapet spot foto-foto tempat di Berlin. Harga boat tour ini beda-beda. Kami kalau tidak salah dapat harga 15Euro dengan durasi 1 jam. Kena semilir angin, liat tempat-tempat bersejarah di Berlin, aaah 1 jam rasanya kurang banget.

Setelah selesai boat tour kami mau duduk di cafe-cafe pinggir sungai sambil menikmati sore. Jalanlah kami menyusuri sungai dan berhenti sebentar di sebuah jembatan yang katanya embatan paling ok disana.

DSC01844

Nggak dapat tempat yang ok dengan harga sesuai dompet di pinggir sungai kami akhirnya mlipir ke daerah yang dekat stasiun. Sampailah kami di tempat yang namanya Peter Pane. Dari luar keliatan asik nih. Rencananya kami pengen ngemil aja. Eeeh nemu deh cocktail tanpa alkohol dan dapat 1 porsi burger juga. Jadinya malah kami nangkring disana. Cerita macam-macam.

DSC01867

Mbak Dian bingung milih mau makan dan minum apa. 🙂

IMG_6437

Nggak terasa kami ngobrol lama banget disana. Hampir 3 jam kami duduk disana. Tiba-tiba aja gitu udah mau jam 9. Emang ya waktu nggak berasa banget kalau kita enjoy dengan orang-orang yang nyambung kalau ngobrol. 🙂

Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke hotel sambil nungguin mbak Beth yang balik dari konser Sting.

I’m so happy dengan keputusan pergi ke Berlin ini. Teman yang menyenangkan, kota yang cantik, makanan yang memuaskan, cuaca yang juga selalu bagus. I feel blessed. Kami saking senangnya langsung bikin rencana lagi yook bikin next trip. It’s a must. tujuannya kemana, kami belum tahu. tapi kami tahu bahwa kami akan ketemu lagi suatu saat di tempat yang berbeda.

Terima kasih buat mbak Beth, Mbak Dian, Mbak Mindy, Mbak Deny, dan Mia yang bikin perjalanan ke Berlin ini sangat berkesan. Terima kasih atas kehangatannya. Terima kasih untuk ceritanya yang sangat menginspirasi. Terima kasih untuk semangatnya berjuang di negara orang.

Sampai bertemu di perjalanan selanjutnya yaaa 🙂 Mungkin dengan tambahan personil supaya lebih rame. The more the merrier kan yaa?

IMG_6486

Captured by Mbak Dian

 

Update (basian) dari Edinburgh

Holaaaa..

Saya muncul kembali setelah lama menghilang. Hehehehe

Kalo yang sudah follow IG aku sudah tahu ya aku sekarang nggak lagi di Italia.Yuhuuuuu. Sekarang Carlo dan aku sudah pindah ke Edinburgh. Alasan kepindahan ya karena kerjaan suami sih.Alhamdulillah doa kami tahun lalu dikabulkan Allah SWT. Kami pindah ke tempat baru, Carlo dapat kerjaan baru yang dia suka. Alhamdulillah horray horray.. Carlo nyampai duluan disini tanggal 5 Mei, akunya nyusul tanggal 20 Mei karena drama visa yang ketolak.

Jadi Edinburgh gimana?

Well, Edinburgh ituuuuuu…

Cantik banget ya Allah.. Ini kota asli cantik. Ntah kok bisa di tiap sudut itu cantik dan Instagram-able banget. (Maap yaah saya masih norak, maklum pendatang baru :p) Bersih banget kayak Swiss sih nggak ya, tapi emang cantik aja. Banyak gedung-gedung tua yang masih terawat. Ada banyak taman dan hijau-hijau pokoknya. Kalo di Genova sepanjang jalan mah pantai aja gitu diliat, sekarang dikasih lagi nikmat lain, tyaitu taman bertebaran dimana-mana dan tamannya pun terawat. Aaah lovely.

DSC01351

The Scotland Monument

DSC01352

Super busy street, Princess Street. (Ayoo yang fokus ke Sale H&M :p)

DSC01355

Ini gedung Department Stores. Kece ya..? Btw, itu apanya Kylie Jenners yang bikin lipstick itu? :p

DSC01391

Ini view dari Calton Hill. Mengejar sunset judulnya.

DSC01360

Ini dia taman di Princess Street. Ada kastil juga nongol di foto 🙂

 

Orangnya ramah-ramah. Iyaa asli orangnya ramah-ramah.Selalu menyapa dengan senyum tulus. Dan sampai supir bus pun juga disapa, “Hi, Thank you, Cheers, etc” selalu terdengar pokoknya. Plus senyum manis. Masuk ke toko pun aku nggak diliatin kayak pencuri. Mereka ramah semua orang. I’m super duper happy pokoknya.

Banyak pilihan makanan dan enak-enak. Ini termasuk bagian penting dalam kelngsungan hidup hahahaha.Berbagai macam jenis makanan dari berbagai negara tumplek-plek disini.My tummy also shout hurraah. :p Makanan Chinese so pasti, Indian maah banyak, ada restoran Malaysia juga, ada Mexican resto, ada Italian juga pastinya, dan melimpah ruah ini restoran Italia hehehe.

Bumbu dapur lumayan pepak. Naah ini juga termasuk penting dalam hal ngebulnya dapur. Gampang dapat laos, kunyit, dkk. Pandan juga banyak, daun pisang juga selalu ada. Yang paling menyenangkan juga tokonya cuma 2 km dari rumah bisa jalan kaki sekalian cari Pokemon kaan? Ooopss.. :p

Transportasinya terkoneksi dengan baik dan sangat memudahkan. Ini penting karena kami nggak punya mobil disini jadi kami kemana-mana naik bis. Bisnya gampang dibaca rutenya dan ada aplikasinya juga. Beli tiket langsung di bisnya, bayar sama pak supirnya langsung. Atau bisa juga pakai kartu langganan namanya Rida card, bisa beli mingguan, bulanan atau setahun.

Dingin dan hujan adalah kawan sehari-hari. Kebiasaan sama cuaca Indonesia yang panas dan Italia yang sering banget nongol matahari sampe sini mataharinya pelit. Hampir tip hari mendung dan hujan. Langit biru bersih itu adalah pemandangan langka disini pokoknya. So far selama disini, suhu paling panas yang aku rasain 25 celc ajah. Di Genova maaah udah 35-38 celc kali sekarang. Dinikmati sajaa yah. Senengnya jadi sering lihat pelangi. ada fotonya double pelangi di IG aku beberapa hari yang lalu. 🙂

Sekarang kami masih pelan-pelan ngisi rumah. Ngisinya sih enak, milihnya juga enak, bayarnya ini paiiiit 😦 hahahaha. Jadi ya kami nyicil ngisinya. Bulan pertama ngisi mesin cuci, mesin cuci piring, sama kulkas. Bulan berikutnya beli meja makan sama kasur. Ini ceritanya sebulan pertama kami tidur pake kasur camping yang dipompa itu hahaha. Abis ini baru mau beli sofa bed sama rak tv. Let see laaah.. Lagian rumah kosong gini juga enak kok, gampang bersihinnya. Ngevacum lantai lurus-lurus ajah hehehe. Ya kaaaan?

Kenapa nggak cari rumah yang udah furnished aja? Kami juga nyari, yaaah apa daya, mereka pada nolak kucing. Ntar Erwinku gimana dong? Cuma rumah ini yang terima kucing dari sekian rumah yang sudah kami apply. Iyaa disini ribet banget nyewa rumah kalo punya peliharaan, mostly mereka nggak mau ada peliharaan di rumah. Huuuft.

Erwin gimana? Erwin akan dibawa kok. Dia ntar nyusul akhir september, sekalian mertua mau kesini. Kenapa nggak sekalian dibawa kemarin, karena paspor dia belum jadi plus dia baru aja vaksin rabies jadi mesti nunggu dulu sebelum dibawa kesini. Kami berdua kangen banget sama buntelan bulu itu.  Di rumah sepi banget nggak ada yang diajak main.Hiikz

So far ini dulu kali yaa. Ntar kapan-kapan disambung lagi cerita dan drama dari Edinburgh ini. 🙂

 

 

 

 

 

 

 

Semuanya pasang foto mudik. Pada mau lebaran di rumah. 😭😭😭

Sini lebaran besok, suamik udah ngecup duluan “abis sholat ied aku langsung ngantor yaa. Ada meeting.”

*membayangkan makan lontong opor sama rendang sendirian di rumah*

Kok yo nelongso men tho yoooo.. *sigh*

View on Path

Scaloppine ala mertua

Sudah lama nggak posting tentang makanan. Sesekali posting deh aku. Soalnya kemarin mbak Puji request minta resep makanan Italia. Aku pertama kali kenal makanan ini pas makan di rumah mertua. Mamma suka banget masak ini karena pasti selalu ludes sampai ke kuah-kuahnya. Pokoknya itu wajan di tengah meja jadi licin mulus lagi kayak sebelum dipake karena kuahnya jadi rebutan.

Mamma katanya juga nemu resep ini dari internet. Entah nama websitenya apa, pokoknya kata Mamma “Pokoknya aku cari, terus nemu di internet.” hahahaha. Karena resep ini enak jadi aku ceritanya mau belajar bikin nih. Kata Mamma, “aku nggak pake takaran, lupa print kertas resepnya dimana. Yah pokoknya dinget-inget aja” Naaah oleh karena itu belajar bikin Scaloppine ini dari hasil mengamati dan merusuhi Mamma masak di dapur. Ini aku nggak pake takaran juga kasih resepnya. Pokoknya hasil ngira-ngira juga.

DSC00392

Scaloppine (Untuk 2-3 porsi orang dewasa)

300-400 gr fillet daging sapi, daging sapi yang diiris tipis-tipis pokoknya. Mungkin kayak daging sukiyaki kali ya namanya.

5 sdm atau bisa lebih tepung terigu

1 – 1,5 buah lemon ukuran sedang, ambil airnya.

1 sdm mustard

garam, merica secukupnya

1/2 sdt kaldu bubuk (jika suka)

cabe bubuk sesukanya kalau doyan

Olive oil atau minyak goreng secukupnya

Air panas 1 liter

Cara Membuat:

  1. Siapkan daging dan bersihkan. Setelah itu lumuri daging dengan tepung terigu sampai semuanya tertutup terigu. Nggak usah tebel2. Pokoknya asal semua bagian daging ketutupan terigu aja.
  2. Panaskan wajan teflon datar. Masukkan olive oil atau minyak goreng ke wajan. Takarannya pokoknya cukup buat nggoreng daging sebentar aja asalkan sudah berubah warnanya. Jangan banyak-banyak nanti minyakan jadinya nggak enak. Masukin minyaknya sedikit-sedikit aja. Kalau abis nggoreng terus minyaknya abis ya ditambahkan sedikit-sedikit aja.
  3. Masukkan daging yang sudah bermandikan tepung. Kalau sudah berubah warna, balik terus angkat. Lakukan ini sampai semua potongan habis.
  4. Jika semua sudah selesai digoreng sebentar. Masukkan semua daging ke dalam wajan. Masukkan air lemon.
  5. Setelah itu masukkan air panas.
  6. Masukkan mustard, garam, meica, kaldu, dan cabe bubuk. Aduk-aduk sampai rata. Set api ke api kecil menuju sedang. Sambil terus diaduk-aduk. Tes rasa.
  7. Masak sampai daging empuk. Kalau dagingnya belum empuk, silahkan ditambah airnya. Jangan lupa diaduk2, digoyang2 wajannya biar rasanya merata.

Gampang kan yaaa? Ini resep andalan kalau lagi bingung mau masak apa. Asal goreng, main cemplung2 tadaaaaaa jadi deh..

Makan ini bisa ditemani dengan salad atau kentang goreng kalau mau. Isinya salad ya bisa sesuai selera maun diisi apa. Pas kebetulan di rumah adanya salad ini sama tomat cherry. Buat ngabisin kuahnya bisa dikoretin pake roti.

DSC00388

Untuk yang nggak makan daging, mungkin bisa dicoba dengan ayam atau ikan. Aku belum pernah nyoba bikin pakai ayam atau ikan. Kalau udah ada yang bikin pakai ayam dan ikan kabarin yaa 🙂 Selamat mencoba teman-teman..

Ps: Aku nggak bikin foto step by step karena di dapur tadi dirusuhin suami dan Erwin. Jadi yaa gitu laah. Dapur ancur udah kayak kapal pecah. 😛

 

 

2015

Mumpung ada waktu hari ini buat nulis mau kilas balik tentang 2015.

DSC00297

Akhir tahun 2014 kemarin ada banyak kejadian yang bikin istigfar dan berserah sama Yang Kuasa. Maka tahun 2015 ini diharapkan keadaan menjadi lebih baik. Setelah menjalani 2015 ini, ternyata keadaan tidak semakin membaik malah semakin memburuk. Ada banyak kejadian tidak mengenakkan di tahun 2015 ini.

Kami memulai 2015 dengan besar harapan bahwa tahun ini suami akan mendapat kerjaan baru sebelum ada kata PHK keluar dari kantor. Sekitar November tahun lalu ada selentingan kabar bahwa kantor suami dinyatakan bangkrut. Kami berdua jadi ketar-ketir dan mulai merencanakan apa yang akan dilakukan jika kejadian yang terburuk terjadi yaitu PHK. Sejak terdengar isu itu, beratus-ratus CV sudah dilayangkan mas suami ke berbagai penjuru dunia. Interview via telpon terus-menerus hampir tiap hari dari pihak recruiter. Kami begitu optimis bahwa tahun ini kehidupan akan semakin baik. Namun Allah SWT berkehendak lain. Kami disuruh belajar sabar, ikhlas, dan terus belajar menjadi lebih baik lagi, lebih fokus terhadap apa yang diinginkan. Belajar sabar dan ikhlas menjadi pembelajaran yang sangat berharga tahun ini.

Masalah lain yang muncul adalah kami tahun 2015 berencana untuk memiliki anak. Setelah lepas dari pil KB Oktober 2014, konsultasi ke dokter pun dimulai. Konsultasi, USG, berganti dokter, menelan berbagai macam pil sudah dilakukan. Tapi jika Sang Maha Pemberi belum mau memberi apalah daya kami sebagai makhluk yang sangat kecil ini. Mood yang kacau balau dikarenakan terapi hormon yang sedang aku lakukan, sakit-sakit badan juga, badan yang semakin melar pun sudah muncul semua. (Itulah kenapa sayah bertambah gendut pemirsaaah.. Sudah naik hampir 4 kg sayanya. Hiiiikz.. Semakin menuh-menuhin lahan kalau selfie :p) Namun Allah berkehendak lain. Tahun ini belum rejeki kami diberikan amanah anak. Omongan nyinyir dari berbagai pihak tentang aku yang belum hamil juga menjadi pelajaran bagi kami berdua. Belajar sabar, ikhlas. Kami juga belajar untuk semakin mendukung satu sama lain, saling menguatkan. Omongan luar mah cuekin sajaa yah.

Musibah yang bikin dag dig dug dueer tahun ini datang di bulan Maret. Suatu siang dapat kabar dari rumah bahwa Papah terkena stroke. Beliau terjatuh saat sholat Isya di mushola di rumah. Aku yang dengar kabar itu sedang di perjalanan di kereta mau ke rumah mertua. Suami lagi ada training di luar kota. Awalnya biasa aja, optimis Papah kuat dan semua akan baik-baik saja. Sampai malamnya ketika dinner bareng air mata nggak sanggup lagi ditahan. Kaki tangan Papah yang sebelah kiri susah digerakkan. Yaa Papah yang dulunya dikenal sangat kuat, semuanya dilakuin sendiri tiba-tiba tumbang oleh stroke. Akunya jauh. Cuma bisa nangis, sholat, berdoa semoga beliau segera pulih. Alhamdulillah sekarang keadaan beliau semakin membaik walaupun belum kembali normal seperti dulu. Jalan dan mengirim pesan lewat whatsapp yang penting sudah bisa hehehe. Sudah bisa ketawa-ketawa lagi.

Selang beberapa bulan setelahnya, sekitar Agustus atau September, giliran Papa mertua yang sakit. Perlahan-lahan kemampuan jalan beliau terhambat karena lutut yang semakin bengkak. Ini pertama kali ketahuan pas mereka lagi trip ke Jerman. Papa yang biasanya semangat jalan tiba-tiba jalannya terseok-seok. Ego yang besar selalu bilang, nggak kok nggak apa-apa. Bengkak doang nanti sembuh. Beliau memang tidak pernah menunjukkan kalau beliau sakit. Setelah berobat ke dokter, dokter hanya memberikan pain killer tanpa kasi solusi lainnya. Merasa tidak puas, coba konsultasi ke rumah sakit dan ternyata ditemukan ada peyumbatan darah di pembuluh darah di kakinya. Awalnya hanya yang kanan. Sekarang jadi dua-duanya yang sakit. Setelah menanti berbulan-bulan akhirnya jadwal operasi pun keluar. Insya Allah tanggal 13 Januari besok jadwalnya untuk operasi. Semoga lancar semua. Mohon doanya yaa teman-teman. Semoga orang tua kami selalu diberikan sehat dan panjang umur. Amiiiiin

Setelah cerita yang sedih-sedih, masa sih 2015 nggak ada cerita bahagia sama sekali. Ada kok.. Alhamdulillah, mimpiku untuk ke jalan-jalan ke Switzerland tercapai. Kami diberikan 2x kesempatan malahan buat jalan-jalan ke Swiss. Pertama bulan April dan yang kedua bulan Juli pas lebaran. Iyaa aku numpang makan lontong opor di KBRI di Bern. Hwehehehehe

Satu lagi mimpi yang kesampaian tahun ini adalah akhirnya punya kamera baru juga hasil nabung-nabung. Nggak cuma nabung beli lipstick aja tapi beli kamera juga. Yuhuuuu.. Emang sih bukan yang terbaru dan yang paling sophisticated tapi paling nggak sesuai budget dan sesuain sama yang diinginkan pas pula ada diskon. Double happynya Alhamdulillaaah..

Selain itu hal bahagia lainnya selama tahun ini aku jadi tahu bahwa aku semakin suka masak. Jadi belajar masak, belajar nyobain satu-satu masakan yang lagi dipengenin. And i’m happy with it. Ternyata uprek di dapur juga menjadi hal yang sangat menyenangkan. Terus tambah seneng lagi kalau yang makan juga suka.

Hal lain yang bikin 2015 semakin berwarna adalah ketemu temen baru, dan semakin dekat dengan teman-teman. Yang dulunya cuma ngobrol di dunia maya atau cuma whatsapp doang sekarang jadi sering ketemu dan berbagi tentang banyak hal. Dan kami pun jadi saling belajar. Alhamdulillah.

Tahun 2015 jadi tahun yang sangat berat buat aku dan Carlo. Tapi disamping masalah dan musibah yang ada Allah juga menyisipkan berbagai macam kebahagiaan buat kami. Mungkin tahun 2015, doa kami, mimpi kami belum diijabah Allah, karena mungkin belum waktunya atau memang bukan untuk kami. Kami disuruh belajar dulu ternyata.

Tahun 2016 lagi-lagi kami berharap dan selalu optimis keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Semoga mimpi kami yang belum kesampaian tahun 2015 bisa terwujud di tahun 2016. Semoga tahun 2016, Carlo segera dapat pekerjaan baru yang lebih baik. Semoga kami bisa segera diberikan amanah untu mendapatkan anak. Semoga orang tua kami selalu diberikan kesehatan dan panjang umur. Ini aja dulu deh resolusi kami tahun depan. Untuk aku pribadi, 2016, aku mau menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur, lebih sabar dan tawakal. Tahun 2016 juga mau mulai serius ngerjain dan jualan aksesoris yang sudah terbengkalai lama dikarenakan satu dan lain hal. Semoga semua berjalan lancar dan sesuai harapan. Amiiiin..

Selamat Tahun Baru teman-teman sekalian. Semangat menyambut tahun baru, semangat menggapai harapan baru, semangat meraih mimpi-mimpi. Amiiiiiin..

Jadi sudah punya rencana apa nih buat tahun baruan? 🙂

 

 

Kado special dari yang tersayang

 

Note: Postingan ini panjang dan banyak foto cakep.. Kalau mau terus menikmati monggo 😉

Mumpung lagi mood nulis dan bisa lama-lama di depan laptop, aku mau bagi-bagi cerita aah.

Jadi ulang tahun bulan lalu ini jadi spesial karena ada angka spesial dan ada kado spesial juga. Beberapa hari sebelum ulang tahun, sudah ngasi ngobrol sana sini mau apa yaa buat kado, terus akhirnya bingung sendiri. Si pak suami yang nggak pinter kasi surprise pun sebel karena semua yang mau dia beli sudah kutebak. Jadinya, sang istripun, haduuh pie tho? Ayoo dong kreatif dikit kasih surprise. Eeeeh beneran surprise ternyata. Sampai di hari H ulang tahun tak ada tanda-tanda si kado datang. Yang ada malah pulang kantor bawa kue ulang tahun, kartu ucapan dan sabun mandi Masha. Iyaaa si Masha and The Bear itu.

Di dalam kartu itu tulisannya panjaaaaaang bener. Pokoknya bilang kadonya nyusul, tunggu aja tanggal 6-7-8 Desember. We’re going somewhere yang tempatnya masih rahasia. Ntar kan tanggal 5 dikasih tau apa aja yang mesti dibawa. Begitu mendekati tanggal yang disebutkan, aku mulai riwil mau kemana karena penasaran tapi ya seneng juga mau dibawa ke tempat yang masih dirahasiakan, halaaah pie tho hahaha

Begitu tanggal 5 malam, setelah beres-beres rumah setelah dinner bareng keluarga. Carlo tahu-tahu bilang ayo beresin koper dulu buat besok. Yang wajib dibawa satu, swimsuit. Naah lhoooo.. Winter gini bawa swimsuit mau berenang kemana oiiii??? Setelah mengorek-ngorek akhirnya terucaplah kata Thermal. uhuuuuuy.. Kita mau cari anget-anget di thermal. Lokasinya? aku masih nggak tau. KAtanya udah diem aja, ntar kalo sudah sampe baru dikasih tahu.

Berangkat dari rumah sekitar jam 11 siang, jalan terus ke arah Milan, terus lhaaa kok belok ke arah Piacenza, lha kok terus nggak belok ke Piacenza. Nah kemanakah kita? Waktu itu ada dua pilihan tempat yang bakal kita kunjungi sebelum ke tujuan akhir, yaitu Grazzano Visconti atau Castell’Arquato. Aku pilih Castell’Arquato. Kami sampai sana sekitar jam 5 lewat. Hari sudah gelap, tapi itu yang bikin kami takjub akan suasana disana. Ini akan kubikin postingan terpisah.

Setelah dari Castell’Arquato sekitar jam 6 lewat kami langsung menuju hotel. Aku yang masih blank mau dibawa kemana pun juga ngak ngeh, ya diem aja sambil penasaran. Ngelewatin hutan, naik turun gunung, tibalah di tempat yang namanya Tabiano. Jalan terus naik gunung sambil gelap-gelapan karena nggak ada penerang jalan. Sampailah ke tempat yang bernama Tabiano Castello. Mobil parkir. Disebelah kanan ada penampakan kastil. Carlo bilang, kita sudah sampai, dan malam ini kita bakal tisur di kastil. Surpriseeeeeeeeeeeee…. Nggak pernah terbayang bakal tisur di dalam kastil jaman-jaman dulu itu.

Setelah check in, kami diantar oleh resepsionis yang super duper ramah. Ini sangat amat jarang terjadi di Italia hahahah. Ini ada beberapa penampakan dari hotel yang cakep banget ini. Fotonya milik pribadi yaa.. Oh yah kalau mau lihat lanjut tentang hotelnya ada link Hotel Antico Borgo.

DSC00231

Tempat tidur antik

DSC00233DSC00234

DSC00235

Ada jacuzzi di dalam kamar mandi horeeeeee..

DSC00242

Pagi buka mata, buka jendela dikasi pemandangan kayak gini. Masya Allah, indahnya cipatanMu Ya Allah..

DSC00245

Pemandangan di bawah dari jendela kami, ada si Merak yang lagi asik sarapan 🙂

DSC00247

I took this picture from our bed. Best view ever 🙂

DSC00268

Ini adalah entrance dari gedung dimana kamar kami berad. So homy so cozy.

DSC00270

Begitu masuk kamar yang ada nganga-nganga ini beneran kita tidur disini? Ya ampun, tempat tidur masih antik, lemari beneran jadul, lantainya masih asli, langit-langit kamar juga masih balok kayu gitu. Aaaah cantik banget setiap sudut kamar ini. Beneran nggak mau beranjak dari kamar kalau begini ini ceritanya. Hehehe

Besok pagi di restoran, menu yang ditawarkan pun beragam. Walaupun orang Italia terbiasa sarapan dengan cake atau roti manis dan ditemani segelas cappucino, tapi hotel ini juga menyediakan menu yang asin seperti omelette, keju dan prosciutto tentunya. Hiikz kok nggak ada bubur ayam atau nasi goreng atau soto ayam gitu yaa? *Lu kate lu dimana Anggoooook???*

DSC00290

 

DSC00291

Menu sarapan komplit.

 

DSC00295

Ada kucing gindut yang nakal naik ke atas meja, langsung si mbak siap siaga angkat kucing, dan ganti semua taplak dan peralatan makannya. Hihihihi

Naah setelah sarapan di hari pertama, jam 11 kami menuju ke spa yang berada di sekitaran hotel. Ini jadi salah satu fasilitas yang bisa dinikamti. Tapi sebelumnya harus booking dulu jam dan fasilitas spa apa yang mau diambil. Sebelum jam 11 kami sudah berada di lokasi. Diakrenakan tempatnya yang tidak terlalu besar maka kapasitas orang di dalam juga dibatasi. Jadinya enak nggak penuh banget. Jadi semua bisa menikmati fasilitas spa yang di dalam. Aku nggak foto yang ada di dalam spa. Silahkan liat fotonya di website hotelnya yaaa. Ada hamma, ada sauna, ada jacuzzi juga. Ada juga menu massage yang bisa kalian pilih di buku menu. Di dalam juga meyediakan air minum dan ada infuse tea untuk relaxing juga.

Beneran deh kalau sudah disini bikin nggak pengen kemana-mana liat pemandangan yang seger-seger. Sampai selasa pagi dihadapkan dengan kenyataan bahwa harus check out, hiiiikz.Sebelum jalan pulang kami mampir dulu di sekitaran hotel buat foto-foto.

Siapa coba yang tahan sama pemandangan kayak gini? Cakepnya banget-banget. Terima kasih Sayang buat kado spesialnya. Dikasih pengalaman luar biasa buat bisa lihat dan menikmati tidur di kastil dan lihat pemandangan yang luar biasa ini. I love you to the max.
Buat kalian silahkan lhoo kalau mau kesini. Jangan lupa foto yang banyak yaa. Setiap sudut tempat ini keren semua pokoknya 🙂

Natalan 2015

Mumpung masih ada hiruk pikuk suasana natal, jadi pengen cerita juga tentang natal kami disini. Ini tahun ketiga aku ngerayain natal disini. Natal sudah jadi perayaan wajib di rumah Mamma. Dengungan perayaan Natal sudah kedengeran dari awal Desember, mulai dari menu makanan, mau kado apa, dll.

Untuk Natal tahun ini aku mau nyobain bikin si gingebread cookies. Mulai tanggal 23, adonan cookies sudah disiapin, sduah masuk kulkas dan tinggal ngebentuk dan masukin oven. Berhubung ini cookies jadinya banyak dan ribet kalau bikin sendiri, maka bala bantuan pak suami pun dikerahkan hehehe. Aku yang ngegiling, dia yang ngebentuk pake cookies cutter. Dan kami berdua sibuk uprek aja di dapur. Buat menghias kami lanjutkan di hari berikutnya.

IMG_20151224_205703

Ternyata oh ternyata ngehias kue itu susah ya..

Look look siapa yang konsentrasi penuh ngehias cookies. Hehehehe Eciyeee si bapak seru banget. Royal icing yang susah dibentuk dan mbleber ini ini ya ampun, ribet yaah ternyata. Ini kami ngehias langsung masukin oven lagi buat dipanggang lagi sekitar 5 menit jadi harus buru-buru karena cuma punya loyang oven sebiji. Tapi seru jadinya, mainan berdua di dapur. Eh bertiga sih, ada Erwin juga ikut ngerusuhin.

Besok paginya, tanggal 25, semua sudah beres. Kado sudah terbungkus rapi, biskuit hantaran sudah masuk toples, baju sudah disetrika, dapur doang yang masih kayak kapal pecah. Yeaaaay, It’s Christmas.

Jam 1 lewat sedikit kami berangkat ke rumah Mamma. Bawaanya segembol. Kado, makanan, Erwin dll hehehe.. Macet yaaah ternyata kalau natal ini disini. Hadeeeuh di jalan tol mobil pada tirik-tirik. Yang mau keluar tol juga pada antri panjang. Semua dengan tujuan yang sama, makan siang bareng keluarga dan kerabat. Sampai di rumah kami sudah ditungguin ternyata hehehe. Sudah pada kelaparan.

Here we go some photos.

DSC00346

Naah ini dia menu antipasti alias appetizer. Itu ada udah ada 4 macam. Itu cabe bubuk khusus buat aku :p

DSC00343

Mumpung mantunya lagi cantik-cantik, si Papa langsung minta foto. Kami udah kayak tangga yaah :p

DSC00347

Wefie rame-rame setelah makan appetizer. Itu muka Carlo sama Mamma napa banget deh aaaah..

DSC00349

Ada yang kekenyangan terus ngantuk api dipaksa ikutan foto :p

DSC00353

Maunya foto preseppe juga yang full tapi nggak malah kepenuhan muka kami berdua hahaha

DSC00354

DSC00361

Meow Christmas teman-teman semua :*

Sesudah pada makan-makan, pada kekenyangan semua pada duduk diem. Ada yang masu kamar terus tahu2 ngorok aja gitu. Hahaha Emang lah makan-makan gini ampun deh yaa..

Kado natalan tahun ini seru. Aku dapat mangkok sup plus sendok sayur cantik dari Mamma. Dari kakak ipar dapat paket lipstick, pouch, bedak ihiiiiy Tahu aja deh aku doyan lipstick. Kado dari pak suami ada deh. Itu kado all in one. Ntar kubikin postingan baru kalau sudah dipake kadonya hehehe

 

Selamat Natal dan Tahun Baru teman – teman semuanya..

 

Catatan umur 20an

omg-i-am-almost-30-years-old

(Fotonya minjam di http://www.keepcalm-o-matic.co.uk/p/omg-i-am-almost-30-years-old/)

I’m going to turn 30 in a few minutes. Let me take some notes before I enter phase 30.

Terima kasih Ya Allah, Alhamdulillah. sudah diberikan kesempatan melewati fase umur 20an. Banyak yang terjadi dalam fase kemaren ini. Banyak langkah besar yang ku ambil untuk terus berjuang hidup. Ada banyak hal baru di setiap umur baru. Mari mengingatnya satu per satu. Umur 21 dan 22 di skip aja deh. Masih kuliah dan nothing happened so serious at that time.

  • Umur 23, lulus kuliah. Yaah memang telat. My mistake. Terlalu santai, terlalu banyak main, nggak konsen belajar. Umur 23 juga berani mengambil langkah besar untuk pindah ke Jakarta sendirian. Memulai kerjaan baru. Memulai hidup baru sebahgai perantau di kota yang terkenal sangatlah keras kepada penduduknya. Dan berani minta putus sama pacar yang posesifnya minta ampun. Setelah 5 tahun pacaran ini adalah pencapaian besar buat aku hahaha
  • Umur 24, berani memutuskan untuk melanjutkan kuliah lagi. Dan disambi kerja. Jangan tanya gimana capeknya, jangan tanya gimana repotnya. But, I did it, walaupun harus ada insiden masuk rumah sakit setelah ujian di semester pertama. Tepar kena DB seminggu. Tapi aku senang sih karena itu keputusan yang baik untuk sekolah lagi. Upgrading myself.
  • Umur 25, diantara sibuknya kuliah, kerja, Alhamdulillah dapat rejeki bisa ngerayain ulang tahun ke 25 di rumah Allah. Di depan Ka’bah. Menghadiahi diri sendiri dengan umroh sambil menanti waktu pulang ke Indonesia setelah jadwal haji selesai. That’s the best present that i ever had. THE BEST. Terharu, senang, nangis, senyum, sudah semua doa dihantarkan ke Yang Maha Kuasa. Dan banyak sekali dari doa-doa itu sudah terkabul. Alhamdulilah Alhamdulillah Alhamdulillah. Kalau sudah terkabul hampir semua, does it mean I have to go back there soon? 😉 amiiiiiiin..
  • Umur 26, Tepat sehari sebelum ulang tahun, eeh jadian sama mantan pacar yang sekarang jadi suami. Alhamdulillah dikasi rejeki jodoh hehehe. Dan believe it or not, he’s the answer of my pray in front Holy Ka’bah. Dan diumur segini juga berani keluar dari kerjaan dan menggantungkan hidup dari freelance ngajar dan ngelesin plus tambahan kerjaan translate yang tak menentu. And i was survived hidup di Jakarta.. Yuhuuuu
  • Umur 27, umur bimbang kerjaan yang gitu-gitu aja, thesis yang mentok mulu. Sampai akhirnya datanglah ultimatum dari Papah buat nikah. It looked like booster, yang semuanya dulu terlihat stuck, seketika jadi lancar. Thesis jalan, nikahan jalan, rejeki kerjaaan lancar juga.Lulus S2 juga di umur 27. Alhamdulillah banget. It’s like magic semua di umur 27. Dari yang nggak bisa jadi bisa, dari yang gelap jadi terang, dari yang nggak punya duit, tiba2 ada rejeki kerjaan berlimpah. Dari yang dulu tinggal di Jakarta, tiba2 sudah sampai aja di Italia. I couldn’t explain how happy I was at that time.
  • Umur 28, ulang tahun pertama kalinya di negeri Italia. Dan kado spesial dari suami adalah tiket nonton konser Internasional pertama kali. I got Michael Buble’s ticket concert. Yessssss… Don’t ask how happy I was at that time. Itu bener2 yaaa, duuh unforgetable banget. Mas Bubleku sayaaaaang hehehehe. Dan umur 28 juga fase umur masih kaget, aku ngapain yaa di rumah? Biasanya juga di rumah sih sambil kerja tapi. Ini beneran di rumah dan yang dikerjain cuma house chores aja. Nyikatin kamar mandi sambil nangis dan marah itu sudah menjadi hal biasa.
  • Umur 29, waktu dimana masih kaget bahwa haaah tahun depan aku bakalan umur 30 nih? sudah nih abis angka cuma sampe 29? I wanna be forever 20 something hahahaha.. Umur 29 diberi kesempatan untuk ngerayain ulang tahun di Indonesia bareng keluarga. What a bless. Dan ada langkah besar di umur 29, aku dan Carlo memutuskan untuk mencoba punya anak. Yeaaaay.. (I will make special post about it, ada PR niih..)

Jadi begitulah kurang lebih rangkuman catatan umur 20an. Banyak hal menyenangkan disana, banyak hal sedih disana, banyak hal yang dipetik sebagai bahan pelajaran disana.

Mari memasuki umur 30 dengan penuh harapan, dengan penuh mimpi, dengan semangat besar untuk mewujudkan mimpi.

Selamat Ulang Tahun Mifta Anggi Angguni. Happy Birthday to me. Allah Bless you always.

Welcome 30, I know, new adventure is already waiting for me ahead. And I can’t wait to fill it with joy, dreams, hopes.

Genova 24 November 2015