Gordon Ramsey in my pocket

Hari ini kami jalan2 ke Ponte Venere dekat La Spezia. Masih daerah Liguria juga sih. Setelah capek jalan2, kami mlipi ke La Spezia buat makan siang, soalnya kalo makan di Ponte Venere mihiiiiiil meen (harap maklum, kami adalah pasangan pelit :p)

Setelah sampai di La Spezia hmm kok banyak yang tutup yaa. Iyaa sih, hari ini tanggal merah. Setelah jalan2 sekitar 200m ketemulah 1 cafe yang buka. Ya udah lah duduk sini aja timbang gambling jalan lagi malah gak ada yang buka.

Duduk di satu pojokan dan mulai pesan. Aku pesan Ravioli di pesce pake saus pesce juga. Carlo pesan spaghetti dengan saus ikan juga. Setelah datang, masuk suapan pertama, kami berdua saling liat-liatan bweeeeeek nggak enak blass. Tapi ya udah lah, emang laper pie meneh. Udah Ravioli keras, bau amis, pake seafood frozen pulaaak. Ooh my. Kemudian terjadilah percakapan ini

Me: sayang,  nggak enak yaa Raviolinya. Huweeek. Bau amis.
Carlo: iyaa. Punya aku juga. Coba aja.
Me: iyaa hiih. Frozen pula seafoodnya. Che schifo. Sejak kapan kita jadi komentator yang kejam dalam hal makanan?
Carlo: aku sih dari dulu. Kan, aku italiano. aku mau Gordon Ramsey dalam pocket aku.
Me: hee????? How come?? Perché??
Carlo: so, kalo makanan di restoran tidak enak, i just need to take it out. Dan dia bakal marah-marah and fix the restaurant.
Me: hmmmm beklaaah -______-

Suami ku kok yaa kepikiran gituuu bikin ide Gordon Ramsey in pocket. Ada ada aja.

*percakapan di atas sudah diterjemahkan bebas dan suka-suka oleh si penulis*

Advertisements

6 thoughts on “Gordon Ramsey in my pocket

  1. eh iya kadang kalo nulis percakapan dengan suami kayaknya ribet ya di tulis pake bhs inggris, jadinya sering di terjemahkan bebas oleh diri sendiri, besok2 aku ikutan anggi juga ah ngomong gitu *percakapan di atas sudah diterjemahkan bebas dan suka-suka oleh si penulis*, mohon di ijinkan ya 😛
    Eh tapi aku kok gk suka ya makan pasta dkk, kalaupun makan paling dikit aja *tetep makan juga namanya*

  2. Hahaha..!!! Si GR itu emang kejam-kejam gimana gitu yah.. Makanya kaget pas dia rilis MKR versi anak-anak.. Kebayang gak sih kalo dia mengkritik trus si koki anak-anak nangis pengen pulang ke emaknya.. Ternyata dia ngeluaran edisi anak-anak itu buat menampilkan sisi lain dari “citra” dirinya..huahhhaahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s