2015

Mumpung ada waktu hari ini buat nulis mau kilas balik tentang 2015.

DSC00297

Akhir tahun 2014 kemarin ada banyak kejadian yang bikin istigfar dan berserah sama Yang Kuasa. Maka tahun 2015 ini diharapkan keadaan menjadi lebih baik. Setelah menjalani 2015 ini, ternyata keadaan tidak semakin membaik malah semakin memburuk. Ada banyak kejadian tidak mengenakkan di tahun 2015 ini.

Kami memulai 2015 dengan besar harapan bahwa tahun ini suami akan mendapat kerjaan baru sebelum ada kata PHK keluar dari kantor. Sekitar November tahun lalu ada selentingan kabar bahwa kantor suami dinyatakan bangkrut. Kami berdua jadi ketar-ketir dan mulai merencanakan apa yang akan dilakukan jika kejadian yang terburuk terjadi yaitu PHK. Sejak terdengar isu itu, beratus-ratus CV sudah dilayangkan mas suami ke berbagai penjuru dunia. Interview via telpon terus-menerus hampir tiap hari dari pihak recruiter. Kami begitu optimis bahwa tahun ini kehidupan akan semakin baik. Namun Allah SWT berkehendak lain. Kami disuruh belajar sabar, ikhlas, dan terus belajar menjadi lebih baik lagi, lebih fokus terhadap apa yang diinginkan. Belajar sabar dan ikhlas menjadi pembelajaran yang sangat berharga tahun ini.

Masalah lain yang muncul adalah kami tahun 2015 berencana untuk memiliki anak. Setelah lepas dari pil KB Oktober 2014, konsultasi ke dokter pun dimulai. Konsultasi, USG, berganti dokter, menelan berbagai macam pil sudah dilakukan. Tapi jika Sang Maha Pemberi belum mau memberi apalah daya kami sebagai makhluk yang sangat kecil ini. Mood yang kacau balau dikarenakan terapi hormon yang sedang aku lakukan, sakit-sakit badan juga, badan yang semakin melar pun sudah muncul semua. (Itulah kenapa sayah bertambah gendut pemirsaaah.. Sudah naik hampir 4 kg sayanya. Hiiiikz.. Semakin menuh-menuhin lahan kalau selfie :p) Namun Allah berkehendak lain. Tahun ini belum rejeki kami diberikan amanah anak. Omongan nyinyir dari berbagai pihak tentang aku yang belum hamil juga menjadi pelajaran bagi kami berdua. Belajar sabar, ikhlas. Kami juga belajar untuk semakin mendukung satu sama lain, saling menguatkan. Omongan luar mah cuekin sajaa yah.

Musibah yang bikin dag dig dug dueer tahun ini datang di bulan Maret. Suatu siang dapat kabar dari rumah bahwa Papah terkena stroke. Beliau terjatuh saat sholat Isya di mushola di rumah. Aku yang dengar kabar itu sedang di perjalanan di kereta mau ke rumah mertua. Suami lagi ada training di luar kota. Awalnya biasa aja, optimis Papah kuat dan semua akan baik-baik saja. Sampai malamnya ketika dinner bareng air mata nggak sanggup lagi ditahan. Kaki tangan Papah yang sebelah kiri susah digerakkan. Yaa Papah yang dulunya dikenal sangat kuat, semuanya dilakuin sendiri tiba-tiba tumbang oleh stroke. Akunya jauh. Cuma bisa nangis, sholat, berdoa semoga beliau segera pulih. Alhamdulillah sekarang keadaan beliau semakin membaik walaupun belum kembali normal seperti dulu. Jalan dan mengirim pesan lewat whatsapp yang penting sudah bisa hehehe. Sudah bisa ketawa-ketawa lagi.

Selang beberapa bulan setelahnya, sekitar Agustus atau September, giliran Papa mertua yang sakit. Perlahan-lahan kemampuan jalan beliau terhambat karena lutut yang semakin bengkak. Ini pertama kali ketahuan pas mereka lagi trip ke Jerman. Papa yang biasanya semangat jalan tiba-tiba jalannya terseok-seok. Ego yang besar selalu bilang, nggak kok nggak apa-apa. Bengkak doang nanti sembuh. Beliau memang tidak pernah menunjukkan kalau beliau sakit. Setelah berobat ke dokter, dokter hanya memberikan pain killer tanpa kasi solusi lainnya. Merasa tidak puas, coba konsultasi ke rumah sakit dan ternyata ditemukan ada peyumbatan darah di pembuluh darah di kakinya. Awalnya hanya yang kanan. Sekarang jadi dua-duanya yang sakit. Setelah menanti berbulan-bulan akhirnya jadwal operasi pun keluar. Insya Allah tanggal 13 Januari besok jadwalnya untuk operasi. Semoga lancar semua. Mohon doanya yaa teman-teman. Semoga orang tua kami selalu diberikan sehat dan panjang umur. Amiiiiin

Setelah cerita yang sedih-sedih, masa sih 2015 nggak ada cerita bahagia sama sekali. Ada kok.. Alhamdulillah, mimpiku untuk ke jalan-jalan ke Switzerland tercapai. Kami diberikan 2x kesempatan malahan buat jalan-jalan ke Swiss. Pertama bulan April dan yang kedua bulan Juli pas lebaran. Iyaa aku numpang makan lontong opor di KBRI di Bern. Hwehehehehe

Satu lagi mimpi yang kesampaian tahun ini adalah akhirnya punya kamera baru juga hasil nabung-nabung. Nggak cuma nabung beli lipstick aja tapi beli kamera juga. Yuhuuuu.. Emang sih bukan yang terbaru dan yang paling sophisticated tapi paling nggak sesuai budget dan sesuain sama yang diinginkan pas pula ada diskon. Double happynya Alhamdulillaaah..

Selain itu hal bahagia lainnya selama tahun ini aku jadi tahu bahwa aku semakin suka masak. Jadi belajar masak, belajar nyobain satu-satu masakan yang lagi dipengenin. And i’m happy with it. Ternyata uprek di dapur juga menjadi hal yang sangat menyenangkan. Terus tambah seneng lagi kalau yang makan juga suka.

Hal lain yang bikin 2015 semakin berwarna adalah ketemu temen baru, dan semakin dekat dengan teman-teman. Yang dulunya cuma ngobrol di dunia maya atau cuma whatsapp doang sekarang jadi sering ketemu dan berbagi tentang banyak hal. Dan kami pun jadi saling belajar. Alhamdulillah.

Tahun 2015 jadi tahun yang sangat berat buat aku dan Carlo. Tapi disamping masalah dan musibah yang ada Allah juga menyisipkan berbagai macam kebahagiaan buat kami. Mungkin tahun 2015, doa kami, mimpi kami belum diijabah Allah, karena mungkin belum waktunya atau memang bukan untuk kami. Kami disuruh belajar dulu ternyata.

Tahun 2016 lagi-lagi kami berharap dan selalu optimis keadaan akan menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Semoga mimpi kami yang belum kesampaian tahun 2015 bisa terwujud di tahun 2016. Semoga tahun 2016, Carlo segera dapat pekerjaan baru yang lebih baik. Semoga kami bisa segera diberikan amanah untu mendapatkan anak. Semoga orang tua kami selalu diberikan kesehatan dan panjang umur. Ini aja dulu deh resolusi kami tahun depan. Untuk aku pribadi, 2016, aku mau menjadi pribadi yang lebih banyak bersyukur, lebih sabar dan tawakal. Tahun 2016 juga mau mulai serius ngerjain dan jualan aksesoris yang sudah terbengkalai lama dikarenakan satu dan lain hal. Semoga semua berjalan lancar dan sesuai harapan. Amiiiin..

Selamat Tahun Baru teman-teman sekalian. Semangat menyambut tahun baru, semangat menggapai harapan baru, semangat meraih mimpi-mimpi. Amiiiiiin..

Jadi sudah punya rencana apa nih buat tahun baruan? 🙂

 

 

Advertisements

22 thoughts on “2015

  1. Rencanaku adalah bisa tidur nyenyak di pergantian tahun, tanpa terganggu suara petasan 🙂 Aamiin buat doa2mu. Insyaalloh wong sabar buahe manis. Smoga dimudahkan untuk meraih rejeki dlm berbagai bentuk di 2016 🙂

  2. semoga diberi yang terbaik tahun depan…ehm…saya enggak bikin resolusi apa-apa. paling satu resolusi yang jelas, ingin tidur saat tahun baru…kan hebat tuh kedengarannya… tidurnya setahun.

  3. happy new year Anggi, semoga tahun depan lebih baik, apa yang diinginkan tercapai yaah.. oh iya dan semoga kalian sekeluarga selalu sehat.. amiiin.. tetap semangatt!! 🙂

  4. Selamat tahun baru Anggi. Semoga turun naik di 2015 tergantikan dengan segala yang manis di 2016. Insya Allah semua manis pada saatnya. Dan apapun yang kalian ikhtiarkan semoga diberikan kemudahan jalan untuk mewujudkannya. Allah Maha Tahu 🙂 sehat terus ya buat kalian dan bahagia juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s