Scaloppine ala mertua

Sudah lama nggak posting tentang makanan. Sesekali posting deh aku. Soalnya kemarin mbak Puji request minta resep makanan Italia. Aku pertama kali kenal makanan ini pas makan di rumah mertua. Mamma suka banget masak ini karena pasti selalu ludes sampai ke kuah-kuahnya. Pokoknya itu wajan di tengah meja jadi licin mulus lagi kayak sebelum dipake karena kuahnya jadi rebutan.

Mamma katanya juga nemu resep ini dari internet. Entah nama websitenya apa, pokoknya kata Mamma “Pokoknya aku cari, terus nemu di internet.” hahahaha. Karena resep ini enak jadi aku ceritanya mau belajar bikin nih. Kata Mamma, “aku nggak pake takaran, lupa print kertas resepnya dimana. Yah pokoknya dinget-inget aja” Naaah oleh karena itu belajar bikin Scaloppine ini dari hasil mengamati dan merusuhi Mamma masak di dapur. Ini aku nggak pake takaran juga kasih resepnya. Pokoknya hasil ngira-ngira juga.

DSC00392

Scaloppine (Untuk 2-3 porsi orang dewasa)

300-400 gr fillet daging sapi, daging sapi yang diiris tipis-tipis pokoknya. Mungkin kayak daging sukiyaki kali ya namanya.

5 sdm atau bisa lebih tepung terigu

1 – 1,5 buah lemon ukuran sedang, ambil airnya.

1 sdm mustard

garam, merica secukupnya

1/2 sdt kaldu bubuk (jika suka)

cabe bubuk sesukanya kalau doyan

Olive oil atau minyak goreng secukupnya

Air panas 1 liter

Cara Membuat:

  1. Siapkan daging dan bersihkan. Setelah itu lumuri daging dengan tepung terigu sampai semuanya tertutup terigu. Nggak usah tebel2. Pokoknya asal semua bagian daging ketutupan terigu aja.
  2. Panaskan wajan teflon datar. Masukkan olive oil atau minyak goreng ke wajan. Takarannya pokoknya cukup buat nggoreng daging sebentar aja asalkan sudah berubah warnanya. Jangan banyak-banyak nanti minyakan jadinya nggak enak. Masukin minyaknya sedikit-sedikit aja. Kalau abis nggoreng terus minyaknya abis ya ditambahkan sedikit-sedikit aja.
  3. Masukkan daging yang sudah bermandikan tepung. Kalau sudah berubah warna, balik terus angkat. Lakukan ini sampai semua potongan habis.
  4. Jika semua sudah selesai digoreng sebentar. Masukkan semua daging ke dalam wajan. Masukkan air lemon.
  5. Setelah itu masukkan air panas.
  6. Masukkan mustard, garam, meica, kaldu, dan cabe bubuk. Aduk-aduk sampai rata. Set api ke api kecil menuju sedang. Sambil terus diaduk-aduk. Tes rasa.
  7. Masak sampai daging empuk. Kalau dagingnya belum empuk, silahkan ditambah airnya. Jangan lupa diaduk2, digoyang2 wajannya biar rasanya merata.

Gampang kan yaaa? Ini resep andalan kalau lagi bingung mau masak apa. Asal goreng, main cemplung2 tadaaaaaa jadi deh..

Makan ini bisa ditemani dengan salad atau kentang goreng kalau mau. Isinya salad ya bisa sesuai selera maun diisi apa. Pas kebetulan di rumah adanya salad ini sama tomat cherry. Buat ngabisin kuahnya bisa dikoretin pake roti.

DSC00388

Untuk yang nggak makan daging, mungkin bisa dicoba dengan ayam atau ikan. Aku belum pernah nyoba bikin pakai ayam atau ikan. Kalau udah ada yang bikin pakai ayam dan ikan kabarin yaa 🙂 Selamat mencoba teman-teman..

Ps: Aku nggak bikin foto step by step karena di dapur tadi dirusuhin suami dan Erwin. Jadi yaa gitu laah. Dapur ancur udah kayak kapal pecah. 😛

 

 

Kado special dari yang tersayang

 

Note: Postingan ini panjang dan banyak foto cakep.. Kalau mau terus menikmati monggo 😉

Mumpung lagi mood nulis dan bisa lama-lama di depan laptop, aku mau bagi-bagi cerita aah.

Jadi ulang tahun bulan lalu ini jadi spesial karena ada angka spesial dan ada kado spesial juga. Beberapa hari sebelum ulang tahun, sudah ngasi ngobrol sana sini mau apa yaa buat kado, terus akhirnya bingung sendiri. Si pak suami yang nggak pinter kasi surprise pun sebel karena semua yang mau dia beli sudah kutebak. Jadinya, sang istripun, haduuh pie tho? Ayoo dong kreatif dikit kasih surprise. Eeeeh beneran surprise ternyata. Sampai di hari H ulang tahun tak ada tanda-tanda si kado datang. Yang ada malah pulang kantor bawa kue ulang tahun, kartu ucapan dan sabun mandi Masha. Iyaaa si Masha and The Bear itu.

Di dalam kartu itu tulisannya panjaaaaaang bener. Pokoknya bilang kadonya nyusul, tunggu aja tanggal 6-7-8 Desember. We’re going somewhere yang tempatnya masih rahasia. Ntar kan tanggal 5 dikasih tau apa aja yang mesti dibawa. Begitu mendekati tanggal yang disebutkan, aku mulai riwil mau kemana karena penasaran tapi ya seneng juga mau dibawa ke tempat yang masih dirahasiakan, halaaah pie tho hahaha

Begitu tanggal 5 malam, setelah beres-beres rumah setelah dinner bareng keluarga. Carlo tahu-tahu bilang ayo beresin koper dulu buat besok. Yang wajib dibawa satu, swimsuit. Naah lhoooo.. Winter gini bawa swimsuit mau berenang kemana oiiii??? Setelah mengorek-ngorek akhirnya terucaplah kata Thermal. uhuuuuuy.. Kita mau cari anget-anget di thermal. Lokasinya? aku masih nggak tau. KAtanya udah diem aja, ntar kalo sudah sampe baru dikasih tahu.

Berangkat dari rumah sekitar jam 11 siang, jalan terus ke arah Milan, terus lhaaa kok belok ke arah Piacenza, lha kok terus nggak belok ke Piacenza. Nah kemanakah kita? Waktu itu ada dua pilihan tempat yang bakal kita kunjungi sebelum ke tujuan akhir, yaitu Grazzano Visconti atau Castell’Arquato. Aku pilih Castell’Arquato. Kami sampai sana sekitar jam 5 lewat. Hari sudah gelap, tapi itu yang bikin kami takjub akan suasana disana. Ini akan kubikin postingan terpisah.

Setelah dari Castell’Arquato sekitar jam 6 lewat kami langsung menuju hotel. Aku yang masih blank mau dibawa kemana pun juga ngak ngeh, ya diem aja sambil penasaran. Ngelewatin hutan, naik turun gunung, tibalah di tempat yang namanya Tabiano. Jalan terus naik gunung sambil gelap-gelapan karena nggak ada penerang jalan. Sampailah ke tempat yang bernama Tabiano Castello. Mobil parkir. Disebelah kanan ada penampakan kastil. Carlo bilang, kita sudah sampai, dan malam ini kita bakal tisur di kastil. Surpriseeeeeeeeeeeee…. Nggak pernah terbayang bakal tisur di dalam kastil jaman-jaman dulu itu.

Setelah check in, kami diantar oleh resepsionis yang super duper ramah. Ini sangat amat jarang terjadi di Italia hahahah. Ini ada beberapa penampakan dari hotel yang cakep banget ini. Fotonya milik pribadi yaa.. Oh yah kalau mau lihat lanjut tentang hotelnya ada link Hotel Antico Borgo.

DSC00231

Tempat tidur antik

DSC00233DSC00234

DSC00235

Ada jacuzzi di dalam kamar mandi horeeeeee..

DSC00242

Pagi buka mata, buka jendela dikasi pemandangan kayak gini. Masya Allah, indahnya cipatanMu Ya Allah..

DSC00245

Pemandangan di bawah dari jendela kami, ada si Merak yang lagi asik sarapan 🙂

DSC00247

I took this picture from our bed. Best view ever 🙂

DSC00268

Ini adalah entrance dari gedung dimana kamar kami berad. So homy so cozy.

DSC00270

Begitu masuk kamar yang ada nganga-nganga ini beneran kita tidur disini? Ya ampun, tempat tidur masih antik, lemari beneran jadul, lantainya masih asli, langit-langit kamar juga masih balok kayu gitu. Aaaah cantik banget setiap sudut kamar ini. Beneran nggak mau beranjak dari kamar kalau begini ini ceritanya. Hehehe

Besok pagi di restoran, menu yang ditawarkan pun beragam. Walaupun orang Italia terbiasa sarapan dengan cake atau roti manis dan ditemani segelas cappucino, tapi hotel ini juga menyediakan menu yang asin seperti omelette, keju dan prosciutto tentunya. Hiikz kok nggak ada bubur ayam atau nasi goreng atau soto ayam gitu yaa? *Lu kate lu dimana Anggoooook???*

DSC00290

 

DSC00291

Menu sarapan komplit.

 

DSC00295

Ada kucing gindut yang nakal naik ke atas meja, langsung si mbak siap siaga angkat kucing, dan ganti semua taplak dan peralatan makannya. Hihihihi

Naah setelah sarapan di hari pertama, jam 11 kami menuju ke spa yang berada di sekitaran hotel. Ini jadi salah satu fasilitas yang bisa dinikamti. Tapi sebelumnya harus booking dulu jam dan fasilitas spa apa yang mau diambil. Sebelum jam 11 kami sudah berada di lokasi. Diakrenakan tempatnya yang tidak terlalu besar maka kapasitas orang di dalam juga dibatasi. Jadinya enak nggak penuh banget. Jadi semua bisa menikmati fasilitas spa yang di dalam. Aku nggak foto yang ada di dalam spa. Silahkan liat fotonya di website hotelnya yaaa. Ada hamma, ada sauna, ada jacuzzi juga. Ada juga menu massage yang bisa kalian pilih di buku menu. Di dalam juga meyediakan air minum dan ada infuse tea untuk relaxing juga.

Beneran deh kalau sudah disini bikin nggak pengen kemana-mana liat pemandangan yang seger-seger. Sampai selasa pagi dihadapkan dengan kenyataan bahwa harus check out, hiiiikz.Sebelum jalan pulang kami mampir dulu di sekitaran hotel buat foto-foto.

Siapa coba yang tahan sama pemandangan kayak gini? Cakepnya banget-banget. Terima kasih Sayang buat kado spesialnya. Dikasih pengalaman luar biasa buat bisa lihat dan menikmati tidur di kastil dan lihat pemandangan yang luar biasa ini. I love you to the max.
Buat kalian silahkan lhoo kalau mau kesini. Jangan lupa foto yang banyak yaa. Setiap sudut tempat ini keren semua pokoknya 🙂

Natalan 2015

Mumpung masih ada hiruk pikuk suasana natal, jadi pengen cerita juga tentang natal kami disini. Ini tahun ketiga aku ngerayain natal disini. Natal sudah jadi perayaan wajib di rumah Mamma. Dengungan perayaan Natal sudah kedengeran dari awal Desember, mulai dari menu makanan, mau kado apa, dll.

Untuk Natal tahun ini aku mau nyobain bikin si gingebread cookies. Mulai tanggal 23, adonan cookies sudah disiapin, sduah masuk kulkas dan tinggal ngebentuk dan masukin oven. Berhubung ini cookies jadinya banyak dan ribet kalau bikin sendiri, maka bala bantuan pak suami pun dikerahkan hehehe. Aku yang ngegiling, dia yang ngebentuk pake cookies cutter. Dan kami berdua sibuk uprek aja di dapur. Buat menghias kami lanjutkan di hari berikutnya.

IMG_20151224_205703

Ternyata oh ternyata ngehias kue itu susah ya..

Look look siapa yang konsentrasi penuh ngehias cookies. Hehehehe Eciyeee si bapak seru banget. Royal icing yang susah dibentuk dan mbleber ini ini ya ampun, ribet yaah ternyata. Ini kami ngehias langsung masukin oven lagi buat dipanggang lagi sekitar 5 menit jadi harus buru-buru karena cuma punya loyang oven sebiji. Tapi seru jadinya, mainan berdua di dapur. Eh bertiga sih, ada Erwin juga ikut ngerusuhin.

Besok paginya, tanggal 25, semua sudah beres. Kado sudah terbungkus rapi, biskuit hantaran sudah masuk toples, baju sudah disetrika, dapur doang yang masih kayak kapal pecah. Yeaaaay, It’s Christmas.

Jam 1 lewat sedikit kami berangkat ke rumah Mamma. Bawaanya segembol. Kado, makanan, Erwin dll hehehe.. Macet yaaah ternyata kalau natal ini disini. Hadeeeuh di jalan tol mobil pada tirik-tirik. Yang mau keluar tol juga pada antri panjang. Semua dengan tujuan yang sama, makan siang bareng keluarga dan kerabat. Sampai di rumah kami sudah ditungguin ternyata hehehe. Sudah pada kelaparan.

Here we go some photos.

DSC00346

Naah ini dia menu antipasti alias appetizer. Itu ada udah ada 4 macam. Itu cabe bubuk khusus buat aku :p

DSC00343

Mumpung mantunya lagi cantik-cantik, si Papa langsung minta foto. Kami udah kayak tangga yaah :p

DSC00347

Wefie rame-rame setelah makan appetizer. Itu muka Carlo sama Mamma napa banget deh aaaah..

DSC00349

Ada yang kekenyangan terus ngantuk api dipaksa ikutan foto :p

DSC00353

Maunya foto preseppe juga yang full tapi nggak malah kepenuhan muka kami berdua hahaha

DSC00354

DSC00361

Meow Christmas teman-teman semua :*

Sesudah pada makan-makan, pada kekenyangan semua pada duduk diem. Ada yang masu kamar terus tahu2 ngorok aja gitu. Hahaha Emang lah makan-makan gini ampun deh yaa..

Kado natalan tahun ini seru. Aku dapat mangkok sup plus sendok sayur cantik dari Mamma. Dari kakak ipar dapat paket lipstick, pouch, bedak ihiiiiy Tahu aja deh aku doyan lipstick. Kado dari pak suami ada deh. Itu kado all in one. Ntar kubikin postingan baru kalau sudah dipake kadonya hehehe

 

Selamat Natal dan Tahun Baru teman – teman semuanya..

 

Makan-makan ulang tahun sama keluarga

Hai semua .. Apa kabar? Mau cerita sisa basian ulang tahun Carlo kemarin. Bulan udah mau habis baru deh cerita-cerita. Hehehhe.. Yah mumpun bisa duduk manis depan laptop, karena kedinginan jadinya yah mari selimutan sambil tulis cerita di blog aja.

Beberapa hari sebelum ulang tahun pak Suami, aku kepikiran kok pengen makan Indian food di restoran favorit kami yaa. Bilanglah ke Carlo, makan makanan India yoook. Terus tahu-tahu dia malah bilang, gimana kalo kita makan rame-rame sama Mamma dan yang lainnya aja? Owalaaah pak suami baik hati sekali mau bikin traktiran ihiiiy. Ini juga sekalian mau ngenalin masakan India ke ortu.

Setelah tanggal yang ditentukan, tanggal 7 November, malam minggu. Kenapa milih hari Sabtu, karena besoknya libur, jadi bisa pulang malam, biar ponakan kami bisa mbangkok besoknya hahahaha. Abisnya kalo hari biasa kasian dia, kan besoknya seklah. Untungnya kepikiran untuk booking tempat beberapa hari sebelumnya. Ternyata beneran penuh banget tempatnya. Karena emang restonya kecil tapi masakannya enak dibanding resto India lain yang ada di Genova.

Janjianlah kami jam 8 di depan Indian Restaurant Shapla. Masuklah kami. Semuanya excited mau nyobain makanan India. Apalagi Papa sama Mamma karena ini pertama kalinya mereka nyobain. Setelah dijelasin menunya, mereka milih0milih dan kami nunggu sambil cemal cemil.

Entah apa aja menu mereka pilih lupa namanya. Hahahaha pokoknya semua enak. Dan semuanya happy karena makanannya enak. Hehehe.. Yeaaay. Dan yang terakhir yang ditungu-tunggu, kue ulang tahun. Ini hamir aja kelupaan. Sabtu pagi, kami lari ke pasticeria terdekat buat beli kue. Untungnya mereka ada ready stock. So pasti lah Carlo milih kue coklat fondente. Harus coklat pokoknya.

Ini ada sedikit foto2 pas makan-makan kemaren. Yaah dikit aja fotonya karena kamis fokus makan dan ngobrol hehehehe

 

Dan kue ini enak banget yaaa ampuuuun. Semua yang bilang kekenyangan ternyata pada nambah2 minta kuenya lagi. Salah kami beli yang kecil kemarin. Next time harus beli yang double hehehe.

Every body is happy, of course we’re happier coz we had a great choice to bring them there. Yuhuuuuu

Ps: Ternyata mertua udah balik lagi ke resto indian itu sendiri. Mereka ketagihan hwahahahaha

Buon Compleanno

image

Dear mio marito,
Buon compleanno :*
All my best prayers for you. Wish tons of good things will come ahead. May all your prayers will be answered by Allah SWT. Amiiiiiiiiiin

Kemarin Mas Carlo ulang tahun. Dari jauh-jauh hari udah bilang nggak usah bikin apa-apa ya. Nggak usah beli kado juga. Laaah aku kan gatel mana bisa nggak bikin apa-apa. Jadi minggu lalu, keliling ke centro sekalian cari kado. Kadonya yang pasti kepake. Jadilah dibeliin celana. Abisnya udah ngeluh banyak celananya yang sempit. Tapi nggak mau beli celana. Yang bilang nanti lah, nggak sempat lah, ntar nunggu diskonan lah. Bzzzzz Kesuwen mas mas..

Dikarenakan mau menghemat (ketauan meditnya :p), untuk kuenya bikin sendiri aja sekalian nyobain resep baru kue pandan. Kuenya udah dibikinin dari minggu. Tapi baru dihias hari seninnya.

image

image

Ternyata ngehias kue itu ribet jendraaaaalll.. Huuuuft. Olas oles whipped cream kok yo ndak rapi-rapi. Belum lagi bagian atasnya yang dihias pakai spuit malah amburadul ora karuan. Aku menyerah. -______- Pas buka kulkas pas ada keju. Demi menutupi whipped cream yang nggak karuan bentuknya, kututup aja pakai parutan keju. Hwehehehe voilà….

Yang ulang tahun kemarin sumringah banget. Ada cerita lucu, pas hari minggu malam ceritanya aku nungguin jam 12 teng buat ngucapin selamat ulang tahun. Lhaa kok jam 11.30 pm yang ultah wes ngorok. Tapi dasar istri maksa yaaah, jam 0.00 suaminya dicium2, terus bilang “selamat ulang tahun, sayang” Nggak ada respon kirain mau ngolet2 bangun. Lhaaa kok malah ngorok lagi. Yo wes, aku bilang “i love you”. Terus malah dijawab “have a nice night” kedubraaaaaagg mas’eeeee.. Ngelindur jubuloo. Bzzzzzzz..

Jadi begitulah cerita tentang bapak Carlo yang abis ulang tahun kemarin. Semoga harapan dan doa-doanya terkabul yaa tahun ini ya sayang. Amiiiiiiiiiin

Lika liku Italiani Part 2

Mari kita lanjutkan bahasan tentang Italiani ini. Ini beneran berdasarkan pengamatan dan pendapat pribadi yaa..

  1. Orang sini pada nggak sabaran kalau di jalan. Supir mobil disini udah saingan lah sama supir kopaja di Jakarta. Main klakson dan nyalip sesuka hati. Berhenti di lampu merah nih misalnya, ada garis batasnya kan ya? Naah udah mirip sama Jakarta nih, para pengendara motor (termasuk suami saya, makanya sering kupentung helmnya kalau sudah gitu), suka berhenti melewati garis batas. Terus belum juga hijau, masih 2 atau detik lagi sudah nyosor jalan duluan. Kalau mobil depan lama jalannya, klakson aja terus. Pemakaian klakson disini berlebihan, budeg orang kalau di jalan. Di jalan tol aja pada klakson-klakson kok. They’re so rude compare to another European drivers. Terus yaah, walaupun sudah di klakson kalau menurut pengemudi mobil belakang kita lelet bakal diteriakin juga. jadi sudahlah pake klakson pake toa mulut juga -__-Tapi satu sih yang masih patut diacungin jempol mereka tetap masih hormat sama pejalan kaki dan yang nyebrang di zebra cross. Kalau ada pejalan kaki mau nyebrang seketika ngerem deh, makanya bunyi ciiiiiit ciiiiit di deket trotoar itu sudah biasa walaupun itu juga membahayakan pengendara di belakangnya.
  2. Kalau ngomong nggak perlu pakai toa, udah kenceng dengan sendirinya. Udah settingannya begitu kayaknya. Awalnya aku kaget sendiri. Ini kenapa sih kalau ngomong teriak-teriak kayak orang marah-marah, kan aku nggak salah. Toh kalau salah mbok ya diomongin baik-baik kan bisa. Aku jujurlah risih banget awalnya, tapi akhirnya ngerti, ternyata emang begitu cara mereka ngomong. Waktu awal-awal kesini juga Carlo ngomongnya kadang masih gitu, kaget beneran, kenapa sih mesti teriak, kan ngomong baik-baik bisa. Akhirnya diapun belajar ngomong rada pelan. Ngomong keras ini nggak cuma di jalan raya aja, di meja makan pun juga begitu. Misalnya nih kami di meja makan bertujuh sama mertua dan ipar serta satu ponakan lagi bahas sesuatu. Makin lama nada makin kenceng dan makin teriak kayak orang marah. Aku jujur, risih banget denger orang teriak-teriak di meja makan. Debat tak berkesudahan ini makin panas. Aku awalnya bilang sama suami, “Aku risih denger kamu ngomong pakai nada tinggi sama orang yang lebih tua, apalagi pas di meja makan, ilang nafsu makanku. Ngomong baik-baik kan bisa, toh ya nggak ada yang budeg, kedengeran kok nggak perlu ngotot-ngototan.” Setelah dijelaskan barulah aku mengerti, emang begitu kebiasaan mereka. Dan alasannya emang silly banget, kan ngomong kenceng biar didengerin dan seketika aku pun pengen teriak “AKU NGGAK BUDEG WOII, WOLESSS WAELAAH”.. Sekarang kalau aku denger Carlo ngomong kenceng sama orang tuanya, istrinya mulai melotot lirik-lirik dan seketika oktaf nada suara turun, suami ciut, mertua senyam senyum. Btw, debat model kayak gini nggak cuma di rumah aja, di acara TV pun mereka debat teriak-teriak dan sahut-sahutan gitu. Orang belum selesai ngomong udah dibales teriakan dari pembicara lain. Makanya aku males nonton acara TV disini. Kupingku kuping wong jowo nggak biasa denger orang teriak-teriak begitu. Aku soalnya dulu kalo ngomong kenceng dikit aja abislah bibir disentil mamah. Hehehe
  3. Kemarin mbak Joice nanya bener nggak sih kalau orang Italia ngomong seluruh anggota badan ikutan ngomong? Ini bener. Kalau kalian nonton film yang ada tokoh orang italia ,sering digambarkan mereka itu kalau ngomong nggak cuma mulut yang heboh, badan pun ikutan goyang. Kebanyakan yang ngomong sambil seluruh anggota badan goyang itu orang Selatan. Roma kebawah sana. Kalau yang utara sih nggak segitunya. Di tempat aku kebetulan masih dianggap utara, ada lah beberapa yang ngomong sambil goyang gitu tapi nggak seheboh orang selatan. Mereka itu ekspresif sekali kalau ngomong, tangan , mimik muka pun ikutan gerak jadi nambah seru kalau lagi cerita sesuatu. hehehe
  4. Orang Itali ini masih bisa dikategorikan ramah dibanding orang Eropa lainnya. Mereka masih suka senyum ke orang asing, suka negur dan ngajak bicara duluan. Mereka lebih warm juga. Beberapa kali pas lagi nunggu bis, tau-tau diajakin ngomong sama nenek-nenek yang ngeluh bisnya lama datangnya, terus jadi curhat deh dia. Pernah juga lagi bengong nunggu bis di halte, ada ibu-ibu nanya jadwal bis kapan dateng terus jadi curhat karena ibunya saki dia mau buru-buru. Ada juga bapak-bapak yang SKSD ngajakin ngomong bahasa Cina pas aku lagi bis berdiri di depan pintu mau turun, lhaa pak daku mata belok gini masak dikira orang Cina. Terus dia cerita aku dulu pernah tinggal di Jepang dst dst. Teh Dewi kemarin cerita katanya Mbak Iya disapa duluan dan dibilang cantik dan jadi ngobrol. Iya itu juga sering kejadian kok. Kalau mau dibandngin kata suamiku orang Selatan itu lebih ramah daripada orang Utara. Orang yang tinggal dekat laut lebih warm. Nggak usah jauh-jauh bandingin ke selatan, kalau kalian ke Genova dan sekitarnya terus kalian ke Milan yang lebih ke utara, bakalan terasa kok bedanya orang-orangnya. 🙂
  5. Buat orang Italia, minum cappucino itu hanya buat sarapan pagi. Kalau kalian pesen cappucino disaat bukan jam sarapan akan ada beberapa tatapan heran dari sekelilingmu hwehehehe.. Itu kejadian disaat awal-awal aku disini karena aku nggak kuat minum espresso aku lebih milih cappucino yang banyak kandungan susunya. Pas pesen ditanya “yakin neng mau pesen cappucino?” “iyee bang ane pesen capucino secangkir niih”. hehehe Kalau di kota besar yang banyak orang asing mungkin sudah biasa ya liat turis pesen cappucino kapan aja, tapi kalau ke bar di kota kecil ya gitu deeeh hehehehe

Sementara segini dulu yaaaah.. Yang lainnya sudah masuk ke draft, tinggal nambahin dan dikoreksi aja.. Kalau ada mau ditambahin atau komentar atau ada pengalaman pribadi monggo silahkan komentar di kolom komentar 🙂

NOTE:

Ini agak melenceng dari judul sih, mau pendapat kalian aja, kalau aku bikin giveaway buat temen-temen yang di Eropa kira-kira pada mau nggak ya? Hadiahnya kalung, gelang atau anting yang aku bikin sendiri. Kalau pada mau ngacung yaaah di kolom komentar. Untuk pembaca yang dari Indonesia dan negara lain next time yaa, belum ada yang bisa dititipin nih kalau mau bikin giveaway jauh-jauh. Mahalan di ongkos kirim. hehehe Moga-moga ada kesempatan untuk teman-teman yang nun jauh disana yaaa 😉

Lika Liku Italiani Part 1

Kenapa Italiani? karena ini akan membicarakan tentang serba serbi orang italia baik laki-laki maupun perempuan.

Ini hanyalah hasil pengamatan dan pendapatku aja ya. Tidak ada maksud apapun hanya sekedar berbagi cerita supaya ada gambaran tentang bagaimana orang Italia kebanyakan. Okaaay?? Oh iya dan ini random aja sesuai apa yang ada di otakku pada saat nulis ini.

  1. Orang Italia itu kekeluargaannya sangat erat. Kurang lebih sama laah ya kayak di Indonesia. Jadi pas aku pindah kesini nggak ada tuh terkesan asing yaah karena mirip mirip silaturahminya. Di keluarga kami, makan malam bareng kumpul sekeluarga minimal 1 kali dalam seminggu itu wajib hukumnya. Kalau pun ada yang nggak bisa ya bisa tukar waktu hari lain tapi ketemu makan bareng itu harus hukumnya. Dikeluarga lain bahkan ada yang mungkin lebih dari satu kali dalam seminggu. Dan biasanya yang masak siapa lagi kalau bukan Mamma. Mereka ini suka banget ngumpul-ngumpul ngobrol sambil makan atau sekedar minum-minum bareng. Apa yang diobrolin yaa macem-macem sih, update tentang kehidupan sehari-hari, kerjaan, pokoknya ada aja lah yang diomongin. Ngerasani wong alias ngomongin orang termasuk salah sau agendanya hehehehe
  2. Makanan rumahan alias cucina casalinga itu sangat dijunjung tinggi disini. Biasanya kalau lagi ngumpul-ngumpul gitu, kalau Mama di rumah itu masih sehat dan sanggup masak maka dia yang akan menyiapkan makanan untuk seluruh keluarga. Alhamdulillah Mamma mertua masih sehat dan suka masak jadi selalu beliau yang menyiapkan makanan untuk kami ketika kami makan malam bareng. Menunya bisa apa aja. Tergantung selera di rumah masing-masing. Kalaupun tidak sanggup memasak lagi,biasanya acara makan dan ngumpul ini akan pindah ke restoran. Semeja bisa sekeluarga yang minimal 10 orang, dan bayangkanlah sendiri betapa riuhnya suara mereka kalau di restoran. Dari nenek kakek sampai bayi baru lahir akan kumpul kalau sudah ada yang namanya acara makan-makan gini.
  3. Jangan heran kalau ada laki-laki baik single maupun sudah berkeluarga tinggal bareng sama orang tuanya. Tinggal serumah dengan orang tua adalah hal yang lazim disini. Walaupun kamu sudah berumur 40 tahun pun, kalau masih single dan masih dibuntutin orang tua, yo wes tinggal serumah deh. Masalah makan, cuci piring, beresin kamar, cucian kadang masih diurusin sama mama itu bukan hal baru disini. Dari mana aku tau fakta ini , ada cerita dari kerabat mertua dan suami tentang fakta ini. Biasanya yang tinggal serumah itu anak laki-laki karena anak perempuan kan ikut suami. Naah kalau masalah selanjutnya hubungan istri dan mama mertua ini yaah entahlah yaa hehehe.. Kalaupun nggak tinggal satu rumah, karena rumah disini kan kecil-kecil yaa bukan kayak rumah gedongan di Indonesia, minimal satu atap gedung laah, misalkan satu lantai apartemen atau beda lantai apartemen gitu deh atau ada juga walaupun nggak satu gedung apartemen tapi gedung apartemennya tetanggaan, pokoknya harus deket dan terjangkau. Anak mami? hmmm mungkin nggak semua.. Sekarang sudah mulai banyak kok yang nggak serumah sama orang tua, ini bisa dikarenakan pekerjaan atau hal lain.
  4. Jangan heran kalau liat orang Italia pakai sunglasses dalam ruangan. Wes biyasaaa, ini juga salah satu kebiasaan orang italia yang aku rasa ntahlaaah aku yo ora mudeng. Sering dulu pas awal-awal pindah kesini, ini kenapa orang pada pake kacamata hitam ruangan yaa? Judulnya aja sunnies, buat ngelindungin mata dari sinar matahari, lhaa kalo dalam ruangan? ngelindungin dari apa? sinar lampu? Dan satu lagi, biasanya mereka suka sunnies yang gede, blink blink dan merk sunnies yang terpampang nyata kalau kata Syahrini. :))))
  5. Nyerobot antrian. Hmmm kalau masalah ini, spesies penyerobot antrian ini juga banyak sodarah sodaraaah disini. Mulai di supermarket, di kantor, antrian kantor pos, di jalanan apalagi. Beuuh. Pernah suatu hari, siang nih ceritanya sekitar jam makan siang, kami lagi antri di supermarket. Ada sekitar 2 orang di depan aku sama Carlo. Tiba-tiba ada nenek, “permisi dooong aku buru-buru nih, abis ini aku mau kerja lagi. Aku duluan yah.” Kira-kira gitulah pas dia nyerobot antrian kami. Si kasir bengong, “Signora, harus antri dibelakang,itu banyak yang antri!” Si nenek maaah cuek, “Iiih abis ini aku mesti balik kerja, aku buru-buru, berapa semua ini belanjaan?” Grrrrrrr iya sih belanjaan situ dikit paling cuma sekitar 5-7 items gitu mbok yaa permisi, nanya baik-baik, main nyelonong aja. Abis itu pada ngomongi, “Eh udah nenek juga, lo kerja apaan sih? Bilang aja pengen nyerobot pake alasan mau kerja, gue juga mau kerja tapi kelakuan nggak kayak eluu” Agak-agak gimana gitu siih komen bapak-bapak depanku ini. Tapi abis bayar, si nenek maah cuek melenggang keluar supermarket. hadeuuuuuuh.. Kalau nyelonong di jalan ada di penjelasan selanjutnya yaa..

Sementara ini dulu yaa.. ntar kalian pada bosen baca postingan panjang-panjang. *Alasan sih supaya ada bahan untuk post selanjutnya, hehehe*

Ditunggu postingan selanjutnyaaa.. 🙂

Senjata Untuk Bibir Kering di Segala Musim

Halo man teman semuanya..

Di antara kalian ada yang bermasalah sama bibir kering nggak? Me, yes. Kadang sebel karena susah kalau mau pake lipstick. Antara nggak bisa nempel bener lispticknya, baru dipake trus muncul lah itu kulit bibir kering ngelopek-ngelopek, atau sesudahnya bibir rasanya tebel atau sakit waktu dibersihkan. Hayoo siapa yang sering ngalamin gitu? Nah apa yang biasanya dilakuin kalo bibir waktu bibir lagi kering atau “nggedibel” (Ini bahasa indonesia apa ya? Ada yang tau nggak? bibir berasa tebel bukan sih? :p)

Bibir kering ini perawatannya kudu super extra. Terlebih untuk yang tinggal di daerah 4 musim. Perawatan bisa jadi tergantung musim. Nah sekarang aku mau share produk yang aku pake untuk “dealing with dry lips”. Ada beberapa senjata ampuh yang biasanya aku pakai untuk bibir kering yang bermasalah ini.

Produk yang biasanya aku pakai

Produk yang biasanya aku pakai

*Ini bukan postingan berbayar. Hanya berdasarkan pendapat pribadi*

Naah mari dibahas satu-satu produk yang biasanya aku pakai.

wpid-psx_20150806_161911.jpg1. Lush Labbracadabra.

Produk eksfoliator yang satu ini wajib banget dipakai untuk yang bibirnya super kering. Oles-oles pake ini tadaaaaa bibir mulus halus. Satu yang aku suka wanginya enaaaak. Sebenarnya ini agak overpriced untuk produk dengan bahan yang cuma gula sama jojoba oil gitu sih, tapi wanginya enak. Jadinya tetep suka pakai produk ini. Cara pakainya: colek sedikit kemudian gosok-gosok ke bibir. Kalau kata mbaknya yang jaga toko Lush, kalau sudah digosok-gosok ya udah gitu aja langsung kasi lipbalm atau lipstick. Tapi aku nggak suka karena gulanya jadi nempel ke lipbalm atau lipstik. Jadi aku biasanya bersihin sisa-sisa gula yang nempel di bibir pakai tissue atau kapas yang sudah dibasahin air sedikit aja. Untuk produk ini ada beberapa macam flavour sih cuma aku nggak inget. Karena pertama kali liat ini pink dan wanginya enak jadi langsung Bungkuuuusss :p

Aku entah kenapa suka banget beli lipbalm atau lipstick. Belum habis udah beli lagi yang lain jadinya numpuk-numpuk. Tapi asik juga sih jadi makainya bisa disesuaikan dengan mood hwehehehe

wpid-psx_20150806_162401.jpg

 

2. Sephora Super Nourishing Lip Balm

Suatu hari lagi iseng masuk sephora terus lihat ada produk ini dekat kasir. Menurut si mbak yang jaga ini Ok banget lho untuk yang punya bibir kering kayak kamu. Iya si mbak tau aja bibir aku super kering. Terus si mbak mulai deh andebra andebre bla bla bla maka termakan lah aku rayuan dia dan berhasil membawa satu lipbalm ini. Hmmm sebenarnya nothing special juga sih sama produk ini. Pas aku pakai produk ini, menurutku dia kurang long lasting kalau soal melembapkan bibir. Cuma bertahan sebentar bibirku uah pecah-pecah lagi. Agak mengecewakan. Ntah karena bibirku yang bawel atau emang produk ini just not for me. Karen aku jarang-jarang pakai akhirnya lipbalm ini sering juga dipakai sama Carlo. Dia bilang sayang aah udah beli nggak dipakai. Jailah kadang dia pakai ini.

 wpid-psx_20150806_150501.jpg                              wpid-psx_20150806_150327.jpg

3. Yves Rocher Framboise dan Coco

Suatu hari pas jalan di pusat kota, aku lihat lhoo ada toko baru boleh juga nih. Masuk, lihat harganya mayan laaah nggak bakal bikin kantong bolong seketika. milih poduk A, B, C, terus lihat ini lipbalm ada promo beli 1 cuma 1,5  € jadilah mborong dua. Ada beberapa macam varian sih tapi aku nggak inget apa aja. Akhirnya nyobain deh dua lipbalm ini Framboise dan Coco. Framboise is my favorit. Pas dipakai dia ada warnanya pink gitu. Lipbalm ini lembap dan lumayan tahan lama plus wanginya enak. Kadang kalau malas pakai lipstick, oles-oles ini aja bibir langsung pink merekah heehehe ini sudah kedua kali aku beli Framboise ini. Untuk musim dingin autum dan winter pun dia tahan kok melembapkan bibir.

Untuk yang Coco aku nggak suka jadi akhirnya dipake sama Carlo. Aku berasanya kayak ada santan di mulut padahal sih nggak. Cuma kan di otakku coco itu asosiasinya adalah santan buat masak jadi opor, lodeh, rendang gitu hwehehe Aslinya varian ini wangi coco biasa aja. Ada kayak wangi vanilla juga. Cuma dua kali nyoba aku nggak suka jadilah hak milik bapak suami. Oh iya ini versi lama ya, aku kemarin lihat di toko mereka sudah ganti kemasan bukan putih gini lagi warnanya tapi jadi kuning gading dan hijau.

wpid-psx_20150806_150200.jpg

4. The Body Shop Lip Butter Chocolate

Siapa sih yang nggak tahu kualitas TBS? Nggak usah diragukan lagi lah ya gimana si TBS ini memuaskan para pembelinya. Salah satu produk unggulan mereka adalah lipbalm. Ini kedua kali aku pakai lipbalm TBS. Yang pertama dikasi oleh-oleh temen yang edisi Rolling Stone yang ada lidah melet itu di tutupnya, yang aku punya pertama itu rasa strawberry. Terus kedua kali pake, beli ini yang rasa coklat. Rasanya yummm enaaak. Wanginya nyoklat banget kayak mau gigit-gigit dan jilat-jilat bibir sendiri. Pokoknya enak banget laah ini. Creamy dan lembap banget texturnya lipbalm ini. Aku belum nyobain lipbalm ini pas winter karena baru dibuka beberapa minggu yang lalu. Kalau pakai ini terus ditimpa lispstick bakal terlalu creamy jadinya di bibir. Makainya kudu tipis-tipis atau di-blot sedikit baru ditimpa lipstick dijamin abis itu bibir mulus pakai lipstick apalagi untuk jenis lipstick matte yang lagi hip sekarang.

wpid-psx_20150806_150030.jpg

5. Palmer’s Dark Chocolate and Cherry Lip Butter

Ini salah satu penolong terbaik untuk bibir kering. Formulanya mantep banget buat nolongin bibir pecah-pecah. Ini bisa dipakai sebagai lipbalm atau bisa ditumpuk diatas lipstick untuk memberi kesan gloss. Ketahanan kelembapan dari Palmer’s ini sangat diacungi jempol. Pas lagi summer atau winter, ini favoritku untuk dipakai sebelum tidur supaya pas bangun bibir tetap mulus. Karena aku kurang begitu suka lipstick yang glossy jadi belum pernah untuk dilapisin diatas lipsick. Selama ini pemakaian produk ini cuma untuk melembapkan bibir aja. Day and night, produk ini sering aku pakai. Kombinasi rasa coklat dan cherry pas kena bibir itu sangatlah menyenangkan. Wanginya hmmmmm yummy. Sayangnya produk ini nggak ada disini kalau abis huwaaaa nggak bisa beli lagi. Kudu pulang ke Indonesia buat beli. Disini ada sih yang jual Palmer’s Body Lotion tapi nggak ada Lip Butter, hiiikz.

wpid-psx_20150806_145939.jpg

6. Kiehl’s Lip Balm Pear

Kiehl’s ini sudah sangat terkenal membantu masalah bibir pecah-pecah bahkan untuk bibir sensitif sekalipun karena formula dia yang super melembapkan. Pake sedikit aja bisa lembap ini bibir berjam-jam. Aku biasanya makenya gantian sama Palmer’s, jadi kalau bosan make Palmer’s ya pake Kiehl’s ini. Waktu beli ini pas lagi ada promo, aku beli sekitar 7 Euro kalau nggak salah. Waktu itu Kiehl’s baru buka di Genova, lagi ada promo untuk produk lipbalm mereka. Ada beberapa varian rasa sih, katanya paling banyak beli yang Framboise tapi aku penasaran sama yang Pear karena jarang banget ada produk bibir dengan rasa Pear. Kiehl’s ini sudah terbukti untuk berbagai macam cuaca. Aku sudah nyobain sendiri. Winter di Genova yang sadis berangin biasanya bikin kombinasi sakit kepala dan bibir yang pecah-pecah seketika pas kena angin. Aku keluar rumah pakai sekitar 5-6 jam bibir masih lembap. Super memuaskan pakai produk Kiehl’s ini. Kalau mau dipakain lipstick setelahnya biasanya aku blot tipis-tipis dulu supaya nggak glossy banget. Naah walaupun sudah di blot dan ditimpa lipstick, lipbalm ini tetap bikin bibir lembap selama berjam-jam.  Me likey so much this product.

 wpid-psx_20150806_145745.jpgwpid-psx_20150806_145850.jpg

7. Elizabeth Arden Eight Hour Cream Lip Protectant Stick Sunscreen SPF 15

Naaaah ini dia si juara yang telah memenangkan hati dan bibirku, tsaaaaaaah. :p Awalnya nemu produk ini nggak sengaja pas jalan-jalan sama ipar ke profumeria. Kan aku cuma mbuntutin dia belanja awalnya, pas dia bayar liat di kasir ada ini lipbalm lagi promo. Terus tanya-tanya ini apa, gimana OK nggak? Dan lagi-lagi aku termakan promo dan rayuan maut mbak yang jaga toko. Lemaaaaah aku lemah kalau sama lipbalm. Tapi aku bahagia akhirnya ku menemukan senjata maut untuk bibirku yang rewel ini. Kalau pake lipbalm kayak TBS, Palmer’s atau Kiehl’s kan kudu pake acara blot-blotan dulu nih supaya bibirnya nggak terlalu glossy, naah pake ini adalah solusinya. Oles dikit maka dia akan menyelamatkan bibir pecah-pecahmu seketika dan jangka waktu lama sesuai janjinya dan judul produknya. Yesss dia tahan 8 jam, plus kelebihan dia ada SPFnya juga. Jadi kalau mau panas-panasan atau pas mau main salju dingin dan matahari yang super strong, ini bisa jadi andalan banget. Aku nggak pernah lupa bawa produk ini di dalam make up pouch ku. Produk ini selalu setia mengobati bibirku yang super rewel karena kering melulu.

Jadi itulah 7 produk andalanku buat perang melawan si bibir kering. Entah mengapa bibirku ini rewelnya nggak karuan. Dulu nyoba pake madu gagal mulu karena berakhir dijilat-jilatin dan akhirnya makin kering bibirnya. Pake olive oil nggak suka, minyakan banget. Akhirnya aku harus nyari produk lipbalm yang benar-benar bisa diandalkan. Setelah sekian lama pencarian maka itulah hasilnya di atas. jadilah aku pengoleksi lipbalm hwehehehe. Walaupun sudah dirawat macam-macam tetep aja, bibirku kalah pink dan kalah sehat sama bibir Carlo. Bibir dia itu beneran pink sehat gitu. Aku iriii.. Dia juga rajin banget pake lipbalm.

Apakah lipbalm atau produk favorit teman-teman untuk merawat bibir kalian? Boleh di-share disini yaa 🙂

Kopdar di Roma

Kemarin hari senin tanggal 6 ceritanya kami mau short escape ke Roma. Sebenarnya tujuan utamanya adalah perpanjang paspor yang kadaluarsa bulan Juli besok. Nah sekalian laah liburan lagi ke Roma. Udah sumpek juga ternyata di Genova. Jadilah hari senin pagi-pagi jam 7 kurang kami sudah siap sedia di stasiun Brignole. Hari senin setelah minggu paskah itu hari libur di sini, namanya pasquetta. Biasanya orang-orang akan piknik bareng keluarga dan teman-teman. Kalau cuaca mulai bagus biasanya mereka juga akan barbeque-an .

Naah berhubung pasquetta dan hari libur, aku sudah ngontak Adhya dari jauh-jauh hari sebeumnya. Ini sebenernya percobaan kedua mau ketemuan. Yang pertama dulu  pas aku terjebak di airport Fiumicino Roma selama 24 jam. Sudah kirim pesan di Whatsapp bilang ayo ketemuan. Yang ini kudu jadi. Hehehe. Alhamdulillah jadi juga yaa kita ketemuan ibu Adhya hwehehee..

Nyampe Roma jam 12 siang, terus kami muter nyari makan siang dan lanjut ke B&B. Nyampe B&B udah kirim Whatsaap lagi ke Adhya, janjian mau ketemuan dimana dan jam berapa. Tersepakatilah jam 6 di stasiun Termini. Karena pas nyampe hotel masih jam 2an, ya sudahlah istirahat dulu, tidur-tidur dulu. Capek yaah ternyata naik kereta 5 jam dari Genova ke Roma.

Eeeeeeh beneran doong ketiduran, lupa pula nyalain alarm. Tau-tau kebangun udah jam 5.20an. Hadooooooh panik deh.. Jenggirat (ini bahasa indonesianya apa ya? seketika bangun gitu? :p) bangun, langsung bangunin Carlo ayooo mandi kita janjian jam 6 ini. Buru-buru deh yaaa siap-siap. Itu karena kami belum mandi jadilah langsung siap-siap. Kedabugan laah pokokee.. Mandi buru-buru. Duuuuh tapi tetep wangi kan kami Adhya? Terbukti siih kalian nggak pingsan duduk deket kami. Atau kalian nahan-nahan? :p

Selesai mandi, sholat, ngeringin rambut, gambar alis, pake lipstick (ini harus biar kece, ntar dikiranya Adhya nih tamu dari Genova gembel banget sih hehehe) langsung lari keluar nyari bis ke Termini. Dooooh lama pulak bisnya. Nungguin bis aja kemaren 15 menitan. Akhirnya itu bis datang juga. Nyampelah kami di Termini, hari masih lumayan terik waktu itu tapi yaa book dinginnyaaaaa.. Windy banget ternyata hari itu. Nyampe di Termini, langsung telpon Adhya. JAnjianlaah kami di depan loket tiket yang banyak bendera-benderanya hehehehe..

Akhirnya dari jauh keliatan lah Adhya yang berjilbab dan suaminya yang tinggi menjulang. Aku berasa kurcaci di sebelah suaminya Adhya. Ampuuuuun mister A. hehehehe.. Setelah transaksi pemberian bakso sebagai oleh-oleh kami lanjut mencari tempat buat ngobrol. Maap aaa Adhya, cuma ngasi bakso sedikit. Abisnya aku juga bingung nih mau ngasiin apa. Mau ngasi pesto, kamunya nggak suka pasta. JAdi bingung sendiri. Adanya bakso, pasti nggak ditolak sih kalau bakso hweheheheh ya kan ya kan? Semoga suka dan enak yaaah baksonya..

Setelah nemu bar yang agak lumayan ok walaupun rame, ngobrol lah kami ngalor ngidul ngetan ngulon . Kami ngobrol sendiri, para suami juga ngobrol sendiri. Aaaah serunya ada yang diajak ngobrol bahasa indonesia di tanah asing ini. Sesekali kami ikutan nimbrung di diskusi para suami. Oh yaaa Adhya bilang aku lancar bahasa Italia? baaaaah itu maaah salah sodarah sodaraaaah.. Kemampuanku msaih cetek bin bangeeeet. Sering salah pula. Udah nggak pernah berangkat sekolah. JArang ngerjain latihan di buku yang sudah dibeli. JAdi belajarnya sekarang nonton tv, nonton film kartun, dan ngobrol sama keluarganya Carlo. JAdi kalo dibilang jago beuuuuh salaaaah pemirsa salaaaah..

Jam  menunjukkan pukul delapan, perut mulai kriuk-kriuk kelaparan. Makan apa yaaa? Begitu keluar Termini terlihat jelas ada restoran india halal. Aaaaah senangnya ngeliat ada restoran dengan label halal gede banget. Langsung cuzzz kami kesana. Sepiring nasi biryani daging, nyaris ludes dipringku. Ketauan banget kalo kelaparan. Boook lagian enak banget jugaa. Aaaah nasi berempah ini nemang favorit banget yaaa.

Tau-tau udah jam 9 aja, udah malam. Karena rumah Adhya yang jauh, terpaksa kami harus berpisah disini. Alhamdulillah senang banget ketemu temen di Roma, ngobrol seru. Nggak kerasa banget yaa tau-tau udah harus balik. Lain kali pokoknya ngobrolnya harus disambung. Entah aku yang ke Roma lagi atau kalian yang kami tunggu di Genova yaaah.. Makasih yaaa sudah nyemepetin ketemu. Maapkaaan tamunya membuat kalian menunggu.. huhuhuhu ampuuun.. Ntar pas kalian disini aku bayar pake semangkok mie bakso ayam jamur plus kerupuk pangsit dan sepiring pempek deh.. Mau dibungkus juga boleh tentunya hwhehehehe

..

image

image

PS (ini tanpa foto karena entah mengapa ni laptop nggak mau connect ke hp, dan mau edit mau pake hp dan nambahin foto dari hp juga nggak bisa.. huhuhuhu ntar kalau sudah bisa aku edit yaaah..)

Hidung

Di suatu sore terjadilah percakapan yang bikin istri pengen ‘turning table’

Anggi: Sayang,  you know,  i think my sunglasses is too big. It’s always going down. Soooo annoying. And it’s almost summer. Can i have a new one?  *sambil kedip-kedip* well, it’s not the fault of my nose. It’s the sunglasses which is too big. Ya kaaaan?
Carlo: Hmmm the fact is… Do you have nose? I can’t see it. Kamu tidak punya hidung sayang. (sambil senyum-senyum ngejek)
A: apaaaaah??????

Kalo suami model gini enaknya diapain yaaaah sodara-sodaraah???? Dan beneran dia bilang itu pake bahasa Indonesia.. Kaaan aku jadi tambah esmosi. Lu kate nih cuma aksesoris muka??