Perpanjangan Paspor

Mau bagi-bagi info deh ke teman-teman sapa tau ada yang butuh untuk perpanjangan paspor di KBRI terdekat.

Kemaren kan abis dari Roma tuh ngurusin perpanjangan paspor. Nah sekarang mau bagi info gimana caranya. Setelah nanya kesana kemari nyari info lewat teman-teman yang ada disini didapatlah beberapa option untuk mengurus paspor ini.

1. Bisa dikirim via pos segala perlengkapannya. Sebaiknya telpon dulu ke KBRI bahwa mau mengurus dan akan dikirim via pos. Biasanya dibutuhkan waktu 2 minggu untuk paspornya jadi dan kembali ke pemilik paspor.

2. Lewat agen. Disini ada agen yang ngurusin perpanjangan paspor gitu ke kedutaan mana aja.

3. DI warung konsuler yang biasanya ada di acara bazar atau acara2 dari orang-orang Indonesia di sini. Biasanya KBRI akan buka warung konsuler, mereka akan menerima perpanjangan paspor, lapor diri, dan segala urusan konsuler pokoknya. Dan pastinya paspornya nggak bisa langsung jadi yaa. Ntar akan dikirim kalo sudah jadi. Berapa lamanya aku nggak tahu.

4. Opsi terakhir datang langsung ke KBRI dengan membawa semua berkas yang diperlukan.

Aku sama Carlo memilih opsi yang terakhir datang langsung ke KBRI. Lebih aman, cepat jadinya, dan sekalian liburan hehehe. Oh iya paspor sudah bisa diperpanjang 6 bulan sebelum tanggal berlaku habis. Punya aku habisnya bulan juli. 2 minggu sebelum ke Roma, aku tanya apa saja yang dibutuhkan untuk perpanjangan paspor. Aku telpon bagian Konsuler. No telpon Bagian Konsuler KBRI Roma +39-0642009161 dengan bapak Chairil. Orangnya sangat helpful.

Apa sajakah yang dibutuhkan untuk perpanjangan paspor?

1. Paspor yang masih berlaku.

2. Formulir untuk perpanjangan paspor. Ini karena aku langsung ke KBRI jadi aku dapat formulirnya di sana. Kalau mau bisa telpon dan minta di email saja formulirnya.

3. Carta di soggiorno (Surat ijin tinggal) yang masih berlaku. Fotocopy 2 lembar.

4. Carta d’identita. Kartu identitas. Semacam KTP yang dikeluarkan Comune di tempat kalian tinggal.

5. Pas foto ukuran paspor. Ini aku kemaren foto di fotobox yang tersebar di jalan-jalan.

Kalau semua sudah lengkap, masukin berkasnya. Mereka akan kasi tanda terima. Untung perpanjangan paspor ini dikenakan biaya 20 Euro. Aku masukin berkas hari selasa pagi. Pas nyampe sana ditanyain, dari Genova ya? Kapan balik? Aku sih bilang besok siang keretanya. Mereka janjikan paspor selesai hari Rabu pagi. Dan yeaaaay jadi deh si paspor hari rabu pagi. Diperpanjang 5 tahun. Alhamdulillaaaaah.

Untuk persyaratan ini mungkin di setiap KBRI akan berbeda yaa, tapi paling nggak hal diatas itu udah yang paling basic dibutuhkan. Untuk lebih jelasnya bisa minta info dari KBRI masing-masing.

Sekarang usaha selanjutnya adalah ngisi formulir untuk perpanjangan Carta di Soggiorno. Karena paspor baru dengan nomor baru makan Carta di Soggiorno yang kemaren kan jadi sudah tidak berlaku. Padahal Carta di Soggiornoku baru jadi bulan Desember kemaren setelah bulan Oktober kemaren si Carta di Soggiorno ikut hanyut karena kebanjiran di Genova. DIbutuhkan waktu sekitar 1 bulan lebih untuk dapat Carta di Soggiorno yang baru. Uffaaa.. Semoga semua lancar-lancar saja yaaah.. Amiiiiin

Sekolah bahasa Italia

parlo italiano

(Minjem foto dari http://www.polyglosso.com/italianlinks.html)

 

Ceritanya nih mau berbagi cerita tentang sekolah bahasa Italia. Sang calon suami (pada saat itu masih calon :p) dari pertama kali memutuskan untuk nikah sudah nyuruh-nyuruh buat les bahasa Itali disini. Ini tempat kursus bahasa Italia yang dikelola sama pemerintah Italia. Sistem kurikulumnya juga ngikut standard dari pemerintah Italia. Tapi kan aku masih aras-arasen (ini bahasa Indonesianya apa? Kalo males-malesan bisa nggak?) karena waktu itu masih iwut bin ribet bikin thesis. Jadi kan nih kepala masih panas sama urusan thesis bahasa Inggris, eeeh disuruh pula les bahasa Italia. Tapi akhirnya aku nyerah pemirsah. Lagian setelah dipikir-pikir ini bisa buat refreshing setelah bergulat dengan thesis yang berbahasa Inggris dan bikin kepala pecah pada saat itu.

Akhirnya setelah telfon dan datang ke lokasi untuk cari-cari informasi, daftarlah nama kesana. Eeeeh masuk waiting list pula. Disuruh nunggu lagi. Karena kalo tidak salah harus masuk quota 10 orang untuk mulai kelas baru. Setelah nunggu lama disambi memborbardir si admin disana untuk tau kapan tanggal mulainya, maka pada akhir November ada kabar kelas akan dimulai. Yuhuuuuuu

Carlo waktu itu udah nyuruh-nyuruh karena ayooo sekolah disini, biaya kursusnya murah banget inii timbang ngambil kursus berbayar di Italinya sendiri. Iyaa sih emang murah dibanding disini, kalo kursus berbayar lho yaaa. Pada waktu itu untuk kursus 60 jam, 3x seminggu, dengan waktu 3 jam perhari, aku bayar Rp.2.000.000,-.

Semangat 45 banget lah pokoknya pas sekolah dimulai. Pas pula dapet guru yang asik. Orangnya baik banget, sabar pula. Kami sekelas nggak sampe 10 orang waktu. Cuma ada 7 orang kalo tidak salah. HAri pertama biasalah yaa, nanya motif belajar dll. Ada yang karena mau liburan di Italia, ada yang karena mau sekolah, ada yang mau sekolah seminari, ada yang iseng-iseng aja. Waktu itu ada 2 ibu-ibu yang lumayan cukup berumur, alasan ibu A karena mau jalan-jalan, lagian buat ngisi waktu dan nggak mau kalah sama anaknya. Anaknya daftar kursus bahasa Jerman, ibunya kursus bahasa Italia. Hebaaat. Ada lagi si Ibu B, dia dosen, umurnya 60 sekian, mau kursus karena biar otaknya gak berenti kerja. Hebaaaaaaat. Aku salut. Besok kalo udah tua gitu juga aah. Kan katanya beljar behasa lain itu mencegah penyakit pikun.

Lumayan banget tuh udah belajar di Jakarta basicnya. Karena sampe sini, itu penting banget tau basicnya, kalo nggak keteteran ntar belajarnya. Setelah nyampe sini, sambil nunggu semua dokumen jadi, dan biar si istri ada kegiatan, di daftarin laah di sekolah berbayar disini. Aku waktu itu ambil kursus selama 5 minggu di sekolah A door to Italy. Alhamdulillah dapet guru yang OK banget. Tapi yaah karena berbayar, itu cukup membuat keuangan gonjang-ganjing. Mahalnyooo. Setelah 5 minggu, stop dulu yaaaah. Lagian saat itu dokumen juga hampir selesai, jadi mau lanjut yang ke gratisan ajah. :p

Setelah dokumen semua selesai, maka dimulailah pencarian sekolah gratis yang diadakan oleh setiap comune di Italia. Setelah telfon sana sini, tanya sama siapa, nemulah 1 sekolah yang Alhamdulillah lagi deket rumah. Pas kesana disuruh bawa paspor dan permesso di soggiorno (kartu ijin tinggal). SAmpe sana disuruh antri dulu, kemudian diwawancara. Standarlah yaa pertanyaannya, sudah pernah kursus? sudah belajar apa aja waktu kursus? sehari-hari pake bahasa apa di rumah? Pas jawab pake bahasa Inggris, langsung deh “KAmu kalo mau istrinya lancar bahasa Italia, jangan diajakin ngomong pake bahasa Inggris dong. Pake Bahasa Italia laaah. Gimana sih. Mulai sekarang kalian berdua harus ngomong pake bahasa Italia!” Aku bengong abis dikatain sama yang wawancara. Baik nyonyaaah. Akan dilaksanakan seingatnya, itu kataku dalam hati waktu itu. Abisnya sebel juga digituin. Iya sih bener, gak gitu kali ngomongnya. Kemudian dikasi jadwal kelas yang ada, disuruh milih mau hari apa aja, berapa jam. Setelah OK, baru deh dikasi jadwal untuk mulai minggu depannya.

Sempet kaget sih langsung bisa mulai. Kalo tidak salah, setau aku kelas biasanya akan dibuka setiap April dan Oktober. Aku daftar kemarin itu pas bulan Maret. LAngusng OK aja. Alhamdulillah, dilancarkan emang kalo niatnya baik mau belajar, hehehe. Setelah keluar dari ruangan wawancara, kami disuruh ke ruangan resepsionis untuk ngisi formulir. Setelah itu, bayar 2 atau 3 euro yaa? lupa. Itu buat asuransi katanya. Sekolahnya gratis tis tis tis. Aku milih yang 3x seminggu. Masing-masing 2 jam setiap harinya. Kalo mau rubah jadwal jadi tiap hari juga boleh, langsung aja dateng ke kelas yang dimau. Bilang sama gurunya, mau masuk ke kelas ini. Udah gitu aja, tanpa basa-basi, tanpa biaya tambahan.

Alhamdulillah lagi dapat guru yang baik banget nget nget. Sabar banget sama muridnya. Apalagi kalo muridnya ndableg. Kebanyakan murid di kelas aku berasal dari Amerika Latin. Mereka pake bahasa Spanyol yang notabene mempunyai kemiripan hampir 80% dengan bahasa Italia. Buat mereka sih nggak masalah yaa. Paling beda di pengucapan doang.

Untuk sekarang ini, sekolahnya lagi libur summer niih. Mayan lama pula liburnya. Kelas terakhir ya minggu lalu. Dan baru akan mulai lagi Oktober besok. Fiuuuuch.. Ngapain coba ini libur lama gini?

Oh iya, kemaren sebelum libur, dari sekolalah nawarin beberapa trip ke berbagai tempat. Misalnya, pabrik madu, pabrik pasta, pabrik keramik, pabrik coklat dan pabrik furniture. Aku daftar untuk pabrik madu dan pabrik keramik. Kehabisan quata untuk yang pabrik coklat, hiiiiiikzz. Tripnya sendiri nanti akan ada di tanggal 25 dan 27 Juni. Ntar kalo udah dari sana aku ceritain yaa disini,.

Jadi ya gitu ceritanya tentang sekolah bahasa ini. Setiap Comune biasanya menunjuk beberapa tempat untuk diadakan sekolah gratis. Lokasi sekolahnya sendiri biasanya di lokasi sekolah umum. Kalau sore ketika murid sudah pulang sekolah, kelas bisa dipakai untuk yang mau sekolah bahasa Italia gratis. Asalkan punya permesso di soggiorno alias kartu ijin tinggal pasti diijinkan sekolah disini. Dan mereka yang sekolah disini juga akan mengeluarkan sertifikat yang bisa dipakai di seluruh Italia. Kecuali yang punya visa family, jika mereka akan memperpanjang permesso di Soggiorno, mereka harus menunjukkan sertifikat bahwa mereka minimal punya sertifikat level A2. Jika tidak, permesso di Soggiornonya aka ditolak.

Begituuuu ceritanya teman-teman..