Mengintip Torino

DSC_1137[1]

 

(Landmarknya Torino,Β The Mole Antonellian

Jadi ceritanya hari Sabtu kemarin, sepasang suami istri yang haus akan liburan berangkat ke Torino untuk memenuhi rasa penasaran. Ssetelah bermalas-malasan dan bikin pancake pisang, pasukan suami istri ini siap dengan alat perangnya untuk menuju Torino mengendarai motor. Jam 11 berangkat dari Genova menuju Torino lewat jalan toll, menghadapi kencangnya angin di jalan tol.

Setelah sekitar 2 jam mengarungi kencangnya angin di jalan tol, sampai juga akhirnya di Torino. Langsung menuju tempat makan siang yang sudah direncanakan di pusat kota. KAmi berdua makan di kedai kecil bernama Monegat0 (https://www.facebook.com/ristorantitorino.ristorante.a.torino) Tempatnya kecil, tapi nyaman sekali. Baru kaliini aku liat ada resto yang nyediain colokan hp untuk charging di masing-masing meja. Kan biasanya disini nggak ada, nggak kayak di Indonesia mau cari colokan mah gampang hehehehe Kemarin aku makan Lasagna ai funghi. Seriusan enaaaak banget. Carlo makan Orecchiette con Tuna fresco, piselli e feta. Itu juga enak. Yang ngelayanin juga ramah banget. Tempatnya warna warni, di foto FBnya nggak terlalu keliatan. Kemaren juga nggak foto-foto karena keburu kelaparan jadi hajar aja. Hahahaha

Setelah kenyang makan siang, lanjut ke tujuan utama ke Torino, yaitu ke National Museum of Cinema. Tempatnya di dalam gedung The Mole Antonellian itu. Tempatnya keren deh. Selain museum juga bisa liat panorama dari atas ujung tower di gambar di atas. KAmi nggak naik ke atas. Antrinya panjang dan kami sudah capek keliling museum. Lain kali kalau kami berkunjung lagi ke Torino kami sudah janji mau naik ke Panorama view tower itu. (Padahal istrinya udah lemes liat tingginya lift) Kenapa banyak yang kesana karena tower itu (kalau tidak salah, masih) menjadi tower tertinggi dengan brick.

The Mole Antonelliana

 

Tuh ada keteranganya disitu.

Ayo kita mulai masuk ke dalam museumnya. Museumnya ini seru banget. Jadi nyeritain tentang tahap-tahap pembuatan film dari pertama kali sampai yang modern. Teknologi-teknologi jaman dulu untuk bikin film. Nah ada wayang juga disana sebagai salah satu tahap awal menceritakan sesuatu dalam media layar.

DSC_1099[1]

Ada tulisannya dari Jawa πŸ™‚ Sebagai orang Indonesia dan orang Jawa terbersit laah rasa bangga. ihiiiiiiiy

DSC_1102[1]

(Gambar proyektor jaman dahulu kala yang gedenya kayak raksasa)

Selanjutnya adalah foto-foto isi dari museum, selamat menikmati πŸ™‚

DSC_1103[1]

(contoh kursi-kursi di bioskop)

DSC_1107[1]

Ini salah satu adegan di film Casablanca. Ceweknya cantik banget. Itu ada set tempat riasan untuk para artisnya πŸ™‚ keliatannya kecil ya di foto? Padahal aslinya semua itu ukurannya raksasa hahahha

DSC_1109[1]

(Contoh script film, ini juga ukurannya jumbo. Setembok gambarnya ini niiih)

DSC_1111[1]

(Ini intermezo, ada mas-mas suami minta di foto :p)

DSC_1114[1]

Ada yang mengenali wajah-wajah mereka?

DSC_1116[1]

ini salah satu adegan di film Kingkong jaman dahulu kala. Ini ceritanya pas Kingkongnya udah kecapekan dikejar-kejar. Kasian deh Kingkongnya 😦

DSC_1117[1]

Salah satu poster dari sekian ratus poster film yang terpampang di museum ini

DSC_1119[1]

Ini ada layar kecil yang kalo diliat-liat kayaknya settingan film Superman versi jadulnya. Tapi orang yang di foto itu bukan Superman, dia cuma nampang pake kaos berlambang S kayak Superman. :p Aslinya adalah, orangnya tinggal berdiri aja, kemudian di belakangnya ada layar yang bergerak terus menerus, jadi hasilnya di proyektor kecil itu seperti orang terbang.

DSC_1120[1]

Tuh kan dia cuma berdiri aja, tapi layar belakangnya yang terus bergerak dan seolah-olah memebri efek si orangnya lagi terbang. Nggak terlalu jelas sih emang gambarnya, maklum bukan video dan cuma bermodalkan kamera hp saja πŸ™‚

DSC_1121[1]

Ada yang tau ini lambang apa hayoooo? Aku ingetnya ini gambar singa nguap kalo pas film Tom and Jerry selesai :p

DSC_1122[1]

Ini sih fotonya mbak Marylin Monroe lagi pose seksi. Disitu dalam box itu juga ada bustiernya dia, sepatu dan beberapa aksesorisnya πŸ™‚

DSC_1123[1]

Set baju untuk shooting.

DSC_1125[1]

Script salah satu filmnya Audrey Hepburn. Dan itu juga tulisan tangan dia πŸ™‚

Audrey Hepburn dan Grace Kelly. Tsaekupnyaaaa ampooooon…

DSC_1127[1] DSC_1128[1]

 

Wajah-wajah klasik yang cantiknya huwaaaaaaaw. Ada salah satu part yang isinya foto-foto pemain film wanita dari jaman dulu sampe yang paling baru. Nggak semuanya aku foto tapi paling suka sama dua ini. Ada Sophia Lauren sampe Jennifer Lawrence.

DSC_1129[1]

Di sepanjang tembok yang mengelilingi tembok di fot itu terjejerlah foto-foto pemain film wanita. Mostly yang terima Academy awards aku lupa mulai tahun berapa. Paling update tentu saja 2014 kemaren. Siapa hayoo yang menang 2014 kemaren?

DSC_1131[1]

Disana ada beberapa contoh setting film. Kayak misalnya set film Star Wars. Terus ada juga set laboratorium, set ruang keluarga, cafe, set ruang tidur, dll.

DSC_1133[1]

Yang kecil menjulang ke atas itu line buat lift yang mau naik untuk liat view panorama. Dan itu tinggi bianget pemirsa. Aku yang lagi dibawah aja lemes liatnya. (emang dasarnya takut tinggi sih :p)

Jadi begitulah secuil cerita dari Torino. Ada beberapa yang juga sdah masuk Instagram.

Aku suka kotanya. Terkesan sekali kota Art. Tipikal kota tua dengan segala kemewahan arsitekturnya. Kereen. Torino juga dilewati Sungai Po sebagai sungai terpanjang di Italia. Setelah ngeliat Genova yang tipikal kotanya naik turun bukit, liat Torino flat gini kotanya, kebayang enak niiih main sepeda atau lari di taman di sepanjang sungai. Cantik-cantik pula tamannya disini.

Bagi yang berkesempatan main-main ke Italia, mapirlah ke Torino. Nggak nyesel kok. πŸ™‚

Setelah berputar-putar museum, saatnya pulang ke rumah di Genova, naik motor lagi tentunya. Alhasil masuk angin dan kecapekan. Sampe rumah jam 11 malam. Pas lah 12 jam keluar rumah. Setelah sampe, masuk rumah, disambut Erwin yang meong-meong kelaperan. πŸ™‚

 

 

Bruuuuum bruuuum ngeeeeeeeng

image

Hayooo tau nggak suara apa itu?
Jaman kecil dulu, aku diajarin Mamah kalo itu adalah suara motor. Siapa yang dulu juga diajarin gitu? ^.^

Jadi niih ceritanya mau cerita tentang naik motor jarak (agak) jauh pertama kali sama mas Carlo tersayang. Kesan pertama, dingin bener.

Jadi ceritanya hari minggu lalu dapet titah (tsaaaah titah :p) dari sang mertua buat ke summer house mereka di gunung. Mau diapain kami disana Mamma? Bersih2 laah.. Bantuin tuuh angkat2 kayu. Bersihin rumputnya. Potongin kayunya kecil2. Nggak ding, nggak galak gitu ngomongnya. Ngomongnya baik2 kok :))

Summer house kami disana itu, halamannya lagi kotooooor banget. Karena abis nebang pohon pinus yg kira2 umurnya sekitar 50 tahun. Tau dari mana umurnya segitu? Dari ngitung jumlah lingkaran di dalam kayunya. Gede biangeeeet pohonnya pemirsaaah.. Jadilah kami pasukan anak cucu dikerahkan untuk bersih2 dan angkut2 kayu buat persediaan selama bbrp bulan kedepan.

Balilk ke acara broom broooom ngeeeeng. Jarah dari rumah ke Giaette, daerah summer house, itu kira2 1,5 jam lah. Itu separo jalan, lewat highway. Kalo total semua pake jalan biasa yaaa biasa 2 jam lebih dikit. Kami kemarin lebih milih naik motor karena satu, itu hari minggu. Dua, mataharinya ngejreeeng bianget, 20 derajat saja kakaaaaak. Dikarenakan 2 hal diatas, pastilah macet merajalela. Alasan lainnya, aku penasaran rasanya naik motor di jalan tol. Hahahaha noraaak deh mbaknyaaa. :))))))

Rasanya seneeeeng banget. Serius. Emang doyan sih naik motor. Apalagi ni motornya gede. Kalo naik motor, aku lebih merhatiin jalan. Terus, bisa menghirup udara seger juga. Kemaren nyium bau rumput seger, nyium udara seger pas digunung, sempet juga sih nyium bau pupuk hewani yg semerbak itu. -______- Tapi tapiiiii seriusaan aku seneng banget. Nagiiiih.

Ada yang menarik, selama di jalan, kalo pas ketemu sama pengendara motor lainnya, mereka akan saling melambaikan tangan. Dada dada gituuu.. Aku pikir itu cuma buat  pengendara vespa aja. Ternyata nggak. Mereka biasa bergerombol. Terus kalo ada sesuatu di jalan, mereka akan saling mengingatkan. Seru yaaaaa.. Baik bener deh mereka. πŸ™‚

Selesai motor2an sampe rumah langsung nagih, “Jadi kemana nih tujuan selanjutnya? Kan ada libur panjang pas Paskah sama Labor day” Mas Carlo malah njawab, “ke Switzerland yuuuuk” akunya bengong.. Seriusan poooo iki.. Mbok yo ojo adoh2 sek. Kan aku masih pemula maseeeee. Jadi belum tau niih mau kemana. Mungkin jalan2 sekitar Tuscany dulu. Amiiiin…

Ni mas Carlo ngebet pengen bikin Euro trip lagi. Tahun 2010 kemaren dia Euro trip sendirian naik motor selama 3 minggu. Sekarang kan dah ada yang meluk dari belakang, jadi pengen mbaleni lagi. Akuuu siih ayoo aja ^,^ Hehehehehe tapiiiiiii aku beliin dulu helm warna pink, jaket dan celana khusus buat naik motor kalo bisa pink jugaaa… (minta ditimpuk helm niih istrinya haahaha) ngelunjak.. Hahahaha
Yaaah moga2 someday, rencana kami terwujud. Amiiiiiiin…

Nihh ada oleh2 foto selfie kemaren pas naik motor

image

image

Btw, aku keliatan kayak buthocakil. Sing kethok mung untune thok. Padahal itu senyum termanis karena sangking senengnya naik motor. Yo wes laaah